Breaking News in Indonesia

Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik Terlarang ke Laut

Korea Utara menembakkan sedikitnya dua proyektil, diduga rudal balistik terlarang. Rudal ini ditembakkan ke laut di lepas pantai wilayah timur negara tersebut. Peluncuran rudal ini dikonfirmasi militer Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Korea Utara dilarang mengembangkan rudal balistik berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB dan jika peluncuran pada Kamis pagi itu terkonfirmasi, akan menjadi tantangan baru bagi upaya Presiden AS Joe Biden untuk terlibat dengan Pyongyang.

Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul mengatakan dalam sebuah pernyataan, proyektil itu diluncurkan ke Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur di Korea. JCS tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jenis perangkat atau jumlah proyektil yang ditembakkan.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga menyampaikan proyektil tersebut merupakan dua rudal balistik, yang jatuh di luar zona ekonomi khusus Jepang. Dilansir Al Jazeera, Kamis (25/3), Suga menyampaikan dia akan membahas masalah Korea Utara termasuk peluncuran ini saat mengunjungi Washington, DC bulan depan.

Sebelum pernyataan PM Suga, penjaga pantai Jepang memperingatkan kapal agar tidak mendekati benda yang jatuh, meminta mereka untuk memberikan informasi tentang puing-puing yang ditemukan kepada pihak berwenang.

Peluncuran Kamis ini menyusul laporan Pyongyang menguji dua rudal jarak pendek – yang diduga rudal jelajah – pada akhir pekan kemarin setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menyelesaikan kunjungan pertama mereka ke Asia Timur Laut.

Pemerintahan Biden, yang sedang meninjau kebijakan AS tentang Korea Utara, meremehkan uji rudal tersebut, mengatakan tetap terbuka untuk negosiasi dengan Pyongyang.

Pejabat AS mengonfirmasi kepada Reuters terjadi uji coba rudal pada Kamis pagi tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Jika peluncuran itu dipastikan sebagai rudal balistik, ini akan menjadi yang pertama sejak Presiden Biden menjabat pada Januari.

JCS menyampaikan, AS dan Korea Selatan sedang menganalisis data peluncuran untuk informasi tambahan, di mana kantor kepresidenan menggelar pertemuan darurat dewan keamanan nasional untuk membahas peluncuran tersebut.

Pada Rabu, seorang pejabat senior AS menyampaikan, peninjauan kebijakan AS terhadap Korea Utara dalam “tahap akhir” dan penasihat keamanan nasional Jepang dan Korea Selatan diharapkan berada di AS pekan depan untuk membahasnya. [pan]