Komnas HAM: Pemenuhan HAM di Sulteng Masih Rendah

Irene

Komnas HAM: Pemenuhan HAM di Sulteng Masih Rendah

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan kesadaran pemerintah di provinsi tersebut untuk memenuhi Hak Asasi Manusia (HAM) masih rendah.

“Ini bisa ditandai dengan seberapa besar kebijakan, kegiatan dan program pemerintah daerah di Sulteng yang berbasis pemenuhan hak asasi,” ucap Ketua Komnas-HAM RI Perwakilan Provinsi Sulteng, Dedi Askari, di Palu, Rabu (23/12).

Dedi menyebut di Sulawesi Tengah masih banyak warga yang tinggal di bawah garis kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera, serta daerah/wilayah tempat tinggal mereka tidak ada akses transportasi melalui darat berupa jalan.

“Bahkan ada warga yang tinggal di wilayah yang hingga saat ini belum ada listrik, sulit air bersih, jauh dari pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ungkap Dedi.

Kondisi ini, ujar dia, tidak hanya terjadi satu dua bulan, melainkan telah terjadi bertahun-tahun. Kehidupan dan situasi dan kondisi wilayah/daerah yang ditempati warga tidak terlihat perubahan signifikan.

“Contohnya Desa Lemban Tongoa hingga saat ini desa tersebut yang ada perubahan yaitu sepenggal jalan yang dicor bukan diaspal,” ucap Dedi.

Padahal, sebut Dedi, Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada hari hak asasi manusia se-dunia ke 72 tahun 2020 dalam sambutannya berharap agar Sulteng menjadi provinsi yang peduli HAM.

“Harapan ini tidak berbanding lurus dengan arah kebijakan dan pembangunan daerah, utamanya pada pemenuhan hak asasi,” sebutnya.

Keberpihakan kebijakan anggaran, kata dia, sangat rendah dalam hal pemenuhan hak ekonomi warga negara, jika dilihat dari setiap program yang ada di organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi.

“Misalnya, seberapa besar alokasi APBD dalam meningkatkan produktivitas pertanian warga untuk menghasilkan produksi pertanian yang berlipat-lipat, yang berdampak pada pemenuhan hak ekonomi warga, ini belum terlihat,” ungkap dia.

Di satu sisi, kata dia, pendapatan dan daya beli masyarakat sangat rendah, dan pemerintah di daerah Sulteng mengetahui kondisi ini.

“Ini yang kemudian menjadi indikator penilaian bahwa kesadaran pemerintah dalam memenuhi hak asasi manusia di Sulteng masih rendah,” ujarnya. [ded]

Next Post

Lirik Lagu Stitches dan Terjemahan - Shawn Mendes

Judul: Stitches I thought that I've been hurt before Kukira aku pernah terluka sebelumnya But no one's ever left me quite this sore Tapi tak seorang pun pernah membuatku sesakit ini Your words cut deeper than a knife Kata-katamu mengiris lebih dalam dari pisau Now I need someone to breathe […]