Kisah Pilu Juru Parkir Lansia di Kota Kupang, Hidupi 13 Anggota Keluarga di Gubuk

Irene

Kisah Pilu Juru Parkir Lansia di Kota Kupang, Hidupi 13 Anggota Keluarga di Gubuk

Di tengah glamournya pembangunan dan penataan Kota Kupang yang masif, masih ada tangis pilu masyarakat akibat terhimpit kemiskinan.

Hanok Teuf misalnya, pria yang tinggal di RT 025, RW 008, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur itu, masih luput dari perhatian pemerintah.

Pria tua yang kesehariannya berprofesi sebagai juru parkir di Pengadilan Negeri Kupang itu, hidup serba kekurangan dalam sebuah gubuk reot yang sudah termakan usia.

Gubuk berukuran 6 X 8 meter dengan kondisi atap seng yang sudah berlubang, dinding dari pelepah gewang yang sudah mulai lapuk, serta lantai dari semen kasar yang sudah mulai hancur menjadi tempat bernaung kakek Hanok dan 13 anggota keluarga lainnya, yang terdiri dari anak dan cucu.

Hanya ada satu tempat tidur di dalam rumah itu, yang digunakan oleh anak kakek Hanok yang sedang sakit. Sedangkan para penghuni lainnya tidur bersama diatas terpal yang dibentang pada lantai semen kasar.

Keadaan rumah pun begitu lembab dan kumuh. Tak heran jika seorang anak kakek Hanok yang saat ini dirawat di RSUD S. K Lerik menderita tuberkulosis (TBC).

Kehidupan keluarga malang ini tergantung penghasilan kakek Hanok dan seorang anak laki – laki yang berprofesi sebagai tukang ojek.

“Kalau dapat uang parkir kami pakai untuk beli beras, tapi kalau sepi yah kadang kami (orang dewasa) tidak makan, yang penting cucu – cucu makan”, ungkap Hanok.

Untuk mandi dan minum keluarga ini tergantung pada air sungai. “Minum dan mandi dari kali”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku bahwa selama ini baru pernah mendapat bantuan sembako sebanyak dua kali. “Mudah-mudahan pemerintah bisa bantu perbaiki ba'i (kakek-red) punya rumah,” kata Hanok Teuf penuh harap. [gil]

Next Post

Siap-Siap Lebaran di Jakarta Saja, Rencanakan Liburan Sebentar di Hotel Terbaiknya

Lebaran tinggal menghitung hari, beragam hal pun biasanya sibuk disiapkan untuk menyambut Idul Fitri. Namun, pandemi Corona yang belum bisa dipastikan berakhir, membuat lebaran tahun ini terpaksa harus dilangsungkan dengan tanpa mudik maupun halalbihalal ke kerabat dan tetangga dekat. Bagi yang tinggal atau merantau di ibukota, tentu saja tahun ini […]