Keterlibatan Pemerintah Pusat dan Masyarakat Diperlukan untuk Tangani Konflik Sosial

Irene

Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan keterlibatan seluruh unsur baik pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat sangat dibutuhkan guna menangani konflik horizontal. Dia menjelaskan konflik tersebut sering terjadi di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

“Jadi pekerjaan ini adalah pekerjaan kita bersama dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum,” katanya, Jumat (2/4).

Dia mengimbau pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ke depan dapat menjadi jembatan, (meeting point) untuk bersama dengan instansi terkait menyelesaikan masalah bersama-sama yang ada di daerah.

Sementara itu dia juga meminta peran, soliditas dan sinergitas seluruh Kesbangpol se-Indonesia untuk menggerakkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan forum-forum binaan lainnya untuk mendukung penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Jika daerah aman, kondusif, dan tidak ada konflik sosial maka iklim investasi akan baik dan dunia usaha bisa bergerak sehingga pemulihan ekonomi, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini bisa lebih cepat”, tutur Bahtiar.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo Presiden telah mengeluarkan Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024.

Rencana Aksi Nasional PE ini diharapkan dapat menjadi acuan utama implementasi penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme oleh setiap Kementerian/Lembaga terkait dan juga oleh Pemerintah Daerah dalam membuat Rencana Aksi Daerah. [eko]

Next Post

2 April: 121 WNA Tengah Dirawat Akibat Terpapar Covid-19

Jumlah warga negara asing (WNA) positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Data Selasa (30/3), masih 1.394 WNA positif terjangkit virus SARS-CoV-2 itu. Hari ini, Jumat (2/4), naik menjadi 1.427 WNA terkonfirmasi terpapar Covid-19. Data ini menunjukkan, ada penambahan 33 kasus WNA positif Covid-19 dalam 3 hari terakhir. Dari total […]