Jakarta () – Infeksi jamur pada organ intim wanita atau miss v tidak menular dan bukan termasuk infeksi menular seksual (IMS). Kondisi ini ditandai munculnya keputihan berwarna seperti keju putih dengan aroma yang mungkin menyerupai bau roti.

Keputihan yang kental dan putih sebenarnya kondisi normal pada awal dan akhir siklus menstruasi seorang wanita. Namun, jika keputihan lebih mirip susu kental dan disertai rasa gatal, itu mungkin infeksi jamur.

Anda mungkin melihat tanda-tanda perbaikan segera setelah menstruasi, tetapi jika infeksi belum diobati, keputihan akan kembali.

Meskipun mungkin tampak seperti infeksi baru, keputihan mungkin saja merupakan gejala dari infeksi asli yang belum diobati, kata dokter di PurpLE Family Health, Anita Ravi, MD, MPH, seperti dikutip dari Insider, Minggu.

Dia mengatakan, secara umum gejala infeksi jamur juga meliputi munculnya ruam pada vagina, sensasi terbakar saat berhubungan atau buang air kecil
Vagina sakit dan nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada vulva, gatal dan iritasi pada vagina dan vulva.

Pendarahan atau cairan berwarna coklat atau hijau dengan bau yang kuat perlu diperiksakan ke dokter, karena ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan lainnya, seperti vaginosis bakteri atau IMS seperti trikomoniasis atau klamidia, kata Ketua ilmu kebidanan, ginekologi, dan reproduksi di Yale School of Medicine dan Yale Medicine, Hugh Taylor, MD.

Infeksi jamur vagina bisa diobati dengan salah satu obat antijamur seperti miconazole, terconazole, flukonazol. Bila Anda tahu rentan terhadap infeksi jamur dan mengetahui gejalanya, Anda dapat merawat diri sendiri di rumah dengan salah satu perawatan OTC.

Tetapi, jika Anda tidak terbiasa dengan infeksi jamur, yang terbaik menemui dokter. Apabila Anda masih memiliki gejala setelah perawatan rutin di rumah, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mengeksplorasi bentuk pengobatan lain, seperti pengobatan antijamur yang lebih lama atau obat oral multidosis.

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021