Breaking News in Indonesia

Kerumunan Pasar Tanah Abang, DPRD DKI Ingatkan Mutasi Covid-19 India Sulit Dilacak

Pengendalian Covid semakin rumit saat mobilitas masyarakat terus tinggi. Pada Sabtu dan Minggu, pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat membludak.

Epidemiolog sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, selain tetap menjaga jumlah testing dan tracing, langkah utama dan terakhir menekan laju kasus Covid-19 yaitu mengenakan masker.

Gilbert menuturkan mutasi varian Covid dengan karakteristik sangat cepat menular membuat pengendalian virus sulit dilakukan jika protokol kesehatan kendur.

“Mengatasi musuh yang tidak terlihat ini hanya dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” ucap Gilbert, Senin (3/5).

Dia mendesak Pemprov DKI terus mengingatkan warganya agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Terlebih lagi, imbuh Gilbert, mutasi virus dari India sulit terlacak secara optimal dari penderitanya.

“Virus yang sudah ada saja ditemukan hanya pada 70 persen dari penderita dengan PCR 30 persen lolos,” ucapnya.

Kepadatan pengunjung di pusat grosir terbesar di Jakarta itu juga disayangkan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. Dalam kondisi pandemi belum terkendali, ia mengingatkan masyarakat harus terus diingatkan akan pentingnya protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kami sangat menyayangkan masih adanya masyarakat yang abai akan protokol kesehatan,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino.

Agar persoalan serupa tidak terulang, dia menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), juga personel Kepolisian dan TNI, dalam hal ini yang terlibat Satgas Covid-19. Tujuannya agar di lapangan bisa membantu menegakkan protokol kesehatan anti Covid-19.

Bukan hanya itu, perlu juga diikut sertakan personel Kepolisian dan tentunya mereka yang menjadi otoritas dan memiliki kewenangan.

“Ini harus disikapi serius. Pemprov harus tegas, masyarakat harus sadar akan pentingnya Prokes anti Covid-19,” tegasnya.

Agar perputaran roda ekonomi dan penerapan protokol kesehatan tetap berjalan seiringan, Wibi mengusulkan agar ada pembatasan masyarakat yang berbelanja di Pasar Tanah Abang.

“Pembatasan itu yakni dengan memprioritaskan masyarakat pembeli dengan kuota grosiran, untuk antar kota. Sedangkan pembeli untuk pribadi, diarahkan ke penjual non grosiran,” terangnya.

Dia mengakui, mungkin berat bagi masyarakat untuk menahan diri dalam merayakan Hari Raya Idulfitri 2021. Namun, masyarakat diimbau harus sadar betul dan taat akan Protokol Kesehatan anti covid-19.

“Seharusnya masyarakat bisa menahan diri, menahan hasrat untuk berbelanja, ingat selalu akan Prokes anti Covid-19,” ujarnya.

Wibi mengingatkan akan pentingnya 5M, yakni Memakai masker; Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir; Menjaga jarak; Menjauhi kerumunan; Membatasi mobilisasi dan interaksi. [ray]