Breaking News in Indonesia

Kemenkeu: Diskon Pajak Mobil untuk Dorong Konsumsi Kelompok Menengah Atas

Kemenkeu: Diskon Pajak Mobil untuk Dorong Konsumsi Kelompok Menengah Atas

Pemerintah resmi memberikan insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor secara bertahap pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak industri manufaktur yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo mengatakan kebijakan ini sebetulnya bertujuan untuk mendorong konsumsi kelompok menengah ke atas. Pemerintah ingin, kelompok tersebut juga merasakan stimulus dari pemerintah.

Pemerintah sadar pertumbuhan kinerja ekonomi selama 2020 secara tren meningkat, namun konsumsi rumah tangga kelompok menengah ke atas belum terdorong secara optimal. Sebab, selama ini pemerintah hanya mendorong kelompok masyarakat miskin. Baik berupa bantuan sosial, UMKM, Banpres produktif hingga penundaan,

“Dan subsidi bunga kali tujuannya untuk mendorong konsumsi kelompok menengah atas pembelian mobil sampai dengan 1500 cc akan diberi diskon pajak PPnBM,” ujarnya seperti dikutip dari laman Twitternya @prastow, Kamis (18/2).

Dia menekankan, diskon pajak mobil tersebut
tarifnya bervariasi antara 10 sampai 30 persen yang diberikan selama sembilan bulan kedepan. Pada tiga bulan pertama dimulai Maret akan diberi diskon 100 persen. Kemudian tiga bulan kedua akan diberi diskon 50 persen dan tiga bulan ketiga akan diberi diskon 25 persen.

“Ini sangat bagus untuk mendorong konsumsi sekaligus mengungkit sektor industri otomotif apalagi kalau kita lihat penjualan kendaraan tahun 2020 lebih dari 50 persen,” jelasnya.

Sebab itu, melalui adanya kebijakan pemerintah menargetkan akan menambah konsumsi sekitar 81.000 unit. Kebijakan ini juga dipastikan tidak akan menambah kemacetan karena bahkan belum melebihi konsumsi sebelum pandemi Covid-19. [azz]