Kemenkes Gandeng USAID Tingkatkan Pembangunan Kesehatan di Indonesia

Irene

Kemenkes Gandeng USAID Tingkatkan Pembangunan Kesehatan di Indonesia

Kementerian Kesehatan melakukan kerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk periode 2021-2025. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Grant Implementation Agreement of the Health Portfolio between Minsitry of Health and USAID (GIA) yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes, drg. Oscar Primadi, MPH dan Direktur Kesehatan USAID, Pamela Foster. Kerja sama tersebut dilakukan pada Senin (28/12).

Oscar menuturkan, kemitraan antara Indonesia dan USAID sangat penting dalam meningkatkan Pembangunan Kesehatan Indonesia. Indonesia and USAID telah bekerja sama selama lebih dari 70 tahun, termasuk di sektor kesehatan.

“Beberapa area kerja sama yang penting yang telah dilakukan bersama antara lain Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Penguatan Sistem Kesehatan, Ketahanan Kesehatan Global, dan Kesehatan Ibu dan Anak,” kata Oscar dalam keterangan pers, Selasa (29/12).

Sementara itu, Pamela Foster menyampaikan pemerintah AS, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, gembira dapat mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan sektor kesehatan. Termasuk kata dia dalam penanggulangan Covid-19.

“Perjanjian yang ditandatangani hari ini menandai tonggak penting dalam kemitraan kita dan mencerminkan komitmen USAID untuk membantu Indonesia menapaki masa depan yang lebih cerah dan lebih sehat bagi lebih banyak orang,” kata Pamela.

Diketahui hibah GIA 2021-2025 terdiri dari 25 project activities yang melibatkan 11 Direktorat dan Pusat di Kementerian Kesehatan dan 1 Direktorat di Kemendikbud sebagai implementing agencies. Project activities tersebut mencakup Kesehatan Ibu dan Anak, HIV/AIDS, Tuberkulosis, Penyakit Tropik Terabaikan, Keamanan Kesehatan Global, Penguatan system Kesehatan, dan penanggulangan Covid-19.

GIA merupakan dokumen perjanjian hibah antara Kemenkes dengan USAID untuk periode 2021-2025 di bawah kerangka kerja sama Bilateral Development Cooperation Framework (BDCF) yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas dan Direktur USAID Indonesia pada tanggal 22 Juli 2020. BDCF memiliki empat development objectives di mana sector kesehatan menjadi development objectives keempat yaitu Health Priority Outcomes Improved. [lia]

Next Post

Polisi Temukan Ladang Ganja di Distrik Wollo Jayawijaya

Polres Jayawijaya temukan ladang ganja di Kampung Wunan Distrik Wollo Kabupaten Jayawijaya pada Senin (28/12), sekitar pukul 12.52 WIT. Ladang ganja itu diketahui milik ET. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, penemuan ladang ganja itu setelah polisi lebih dulu menangkap ET saat melaksanakan patroli atau razia di […]