Breaking News in Indonesia

Kelompok Etnis Bersenjata Serang Junta Myanmar, 10 Polisi Tewas

Aliansi tentara etnis di Myanmar yang menentang penindasan junta terhadap demonstran anti-kudeta menyerang kantor polisi di wilayah timur pada Sabtu dan menewaskan sedikitnya 10 anggota, demikian laporan media setempat.

Kantor polisi Naungmon di Negara Bagian Shan diserang pada Sabtu pagi oleh para anggota aliansi tersebut, yang mencakup Tentara Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, Sabtu (10/4).

Kantor Berita Shan News melaporkan setidaknya 10 polisi tewas, sementara media Shwe Phee Myay menyebutkan bahwa korban tewas berjumlah 14 orang.

“Sejak kudeta (1 Februari), beredar kabar soal kelompok bersenjata yang beroperasi bersama tapi kita belum pernah melihat mereka sebelumnya. Hari ini mereka mengklaim melakukan tiga aksi bersama, pasukan mereka bergabung menyebarang pos perbatasan yang dijaga polisi Myanmar, membunuh sejumlah polisi,” kata Tony Cheng, jurnalis Aljazeera di perbatasan Thailand.

Menurut Cheng, kelompok etnis bersenjata di sana termasuk yang tertua di dunia dan mereka sudah memerangi pemerintah pusat selama puluhan tahun.

Juru bicara militer junta tidak menanggapi permintaan komentar.

Lebih dari 600 orang tewas di tangan militer Myanmar dalam penindasan terhadap demonstran yang menentang kudeta 1 Februari, menurut kelompok pemantau. Saat kekerasan semakin brutal, belasan kelompok bersenjata mengecam junta tidak sah dan berjanji akan mendukung para demonstran.

Anggota parlemen sipil, yang mayoritas bersembunyi usai dilengserkan, mengumumkan rencana untuk membentuk “pemerintahan bersatu nasional” – dengan para pemimpin etnis mengemban peran utama – dan menggelar pembicaraan daring mengenai perlawanan bersama melawan junta militer. [pan]