Kejaksaan Agung Periksa 11 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Irene

Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. Asabri. 11 saksi yang diperiksa yakni, JPRS selaku Direktur PT Glorious Mitra Abadi, YH selaku Ketua Koperasi Aliansi Sejahtera, DA selaku Staf Pengelola Saham PT. ASABRI (Persero).

Lalu, AS selaku Direktur PT Putra Asih Laksana, SRJ selaku Direktur PT Mitra Pratiwi Pratama, GK selaku Direktur PT Mitra Pertiwi Pratama, HH selaku Direktur PT Mulia Manunggal Karsa, serta AK selaku Direktur PT Sinergi Megah Internusa, TBK.

“Kamis, Tim Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa terhadap 11 orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT. Asabri,” kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keteranganya, Kamis (4/3).

Beberapa bawahan Benny Tjokrosaputro (BTS), ikut diperiksa yakni, JI selaku Sekretaris BTS, RM selaku Admin dan Finance/Keuangan PT Bumi Nusa Jaya Abadi milik BTS, hingga J selaku Karyawan PT Bumi Nusa Jaya/Karyawan BTS.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI,” kata Leonard.

Sejauh ini, Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 – Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 – 2014 dan 2015 – 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 – Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Lalu Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya. [ray]

Next Post

3 Game Changer Pemerintah dalam Menghadapi Pandemi Covid 19

Pemerintah memiliki tiga game changer dalam menghadapi pandemi Covid 19, yakni intervensi kesehatan, survival and recovery kit dan reformasi struktural melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyadari, akar permasalahan ini adalah masalah kesehatan sehingga sangat penting bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan kesehatan. Salah satu yang […]