Breaking News in Indonesia

Kasus Covid-19 dari Klaster Perkantoran Jakarta Meningkat, Ini Datanya

Kasus positif Covid-19 dari klaster perkantoran di Jakarta kembali meningkat. Kabar tersebut juga diunggah di akun Instagram resmi milik Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, Senin (26/4).

Berdasarkan unggahan itu disebutkan bila kenaikan kasus pada periode 12-18 April 2021 sebanyak 425 orang ditemukan di 177 perkantoran. Jumlah tersebut mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat jika dibandingkan pada 5-11 April 2021.

Pada periode itu tercatat sebanyak 157 kasus aktif dari 78 perkantoran.

“Sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi Covid-19,” bunyi unggahan yang dikutip Liputan6.com, Minggu (25/4).

Berikut rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta selama dua pekan terakhir:

12 April: 692 kasus

13 April: 828 kasus

14 April: 661 kasus

15 April: 1.330 kasus

16 April: 979 kasus

17 April: 1.037 kasus

18 April: 950 kasus

19 April: 973 kasus

20 April: 460 kasus

21 April: 602 kasus

22 April: 1.266 kasus

23 April: 884 kasus

24 April: 908 kasus

25 April: 896 kasus

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan proses vaksinasi di Ibu Kota masih terus berlangsung.

Kata dia, jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 yakni enaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik sebanyak 3.000.689 orang.

“Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.784.510 orang (59,5 persen) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 1.046.274 orang (34,9 persen),” kata Dwi dalam keterangan tertulis, Minggu (25/4/2021).

Lanjut Dwi, untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 126.642 orang atau 112,8 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 110.273 orang atau 98,2 persen. Yakni dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 565.373 orang atau 62 persen dan vaksinasi dosis 2 mencakup 392.124 orang atau 43 persen dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

“Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 1.092.495 orang (55,3 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 543.877 orang (27,5persen), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang, ” jelas dia.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]