Kasus Covid-19 Bertambah, Belasan Desa di Purbalingga Lakukan Pembatasan Kegiatan

Irene

Kasus Covid-19 Bertambah, Belasan Desa di Purbalingga Lakukan Pembatasan Kegiatan

Tiga belas desa dan empat kelurahan di wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah harus melakukan pembatasan kegiatan kemasyarakatan. Sebab di desa-desa tersebut terdapat temuan kasus positif Covid-19.

Desa-desa yang dimaksud yakni Desa Karangmalang Kecamatan Bobotsari, Galuh Kecamatan Bojongsari, Kembangan dan Kutawis di Kecamatan Bukateja, Karangreja dan Kutabawa di Kecamatan Karangreja.

Selain itu juga desa Kejobong dan Lamuk di Kecamatan Kejobong, Gambarsari Kecamatan Kemangkon, Adiarsa Kecamatan Kertanegara, Karangjengkol Kecamatan Kutasari, Dawuhan Kecamatan Padamara dan Desa Larangan Kecamatan Pengadegan.

Sedangkan untuk wilayah kota, yang harus melakukan pembatasan kegiatan masyarakat adalah Kelurahan Bancar, Kedungmenjangan, Penambongan dan Kembaran Kulon.

Kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di wilayah tersebut seperti pengajian, hajatan, perlombaan, turnamen olahraha dan sebagainya harus ditiadakan untuk sementara waktu.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan pembatasan kegiatan kemasyarakatan ini dilakukan agar kasus Covid-19 ini tidak melebarluas kepada masyarakat lainnya.

Satgas penanganan Covid-19 di tingkat desa, tingkat kecamatan, dan tingkat kabupaten diminta saling berkoordinasi satu dengan yang lain guna memastikan desa-desa dengan kasus Covid-19 betul-betul menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Saya minta untuk sementara waktu desa-desa tersebut melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sampai hasil tracing selesai atau sampai desa tersebut kembali menjadi zoba hijau.” ujar dia dalam keterangannya.

Tiwi meminta masyarakat juga diminta untuk tidak kendur dalam penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Dari data perkembangan kasus positif Covid-19 per Selasa (1/9) tercatat penambahan 7 kasus baru. Sehingga secara keseluruhan ada 24 warga masyarakat Kabupaten Purbalingga yang positif Covid-19.

Dari penelurusan yang dilakukan, semuanya kasus bersumber dari mobilitas orang dari luar daerah seperti Jakarta, Ternate, Wonosobo, Kudus dan Purwokerto. [gil]

Next Post

Tumpang Tindih Aturan di RI Menyulitkan Masuknya Investasi

Pengamat ekonomi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Samsul Arifin menilai RUU Cipta Kerja (Ciptaker) sepatutnya segara disahkan. Sebab, jika terlambat, investasi yang berpotensi masuk ke Indonesia akan diambil negara lain yang juga giat mengincar pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. “Semua butuh kemudahan, simpel, tidak berbelit-belit. Benar one stop service. […]