Breaking News in Indonesia

Jual Harimau Sumatera Diawetkan dan 2 Gading Gajah, 3 Warga Jambi Diringkus

Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera bersama Polda Jambi menggagalkan penjualan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang telah diawetkan (opsetan) dan dua gading gajah. Tiga pelaku ditangkap dalam operasi ini.

“Tim gabungan menangkap pelaku perdagangan ilegal satwa dilindungi dan bagiannya berupa opsetan harimau sumatera dan perdagangan gading gajah pada waktu dan tempat yang berbeda,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany di Jambi, Selasa (30/3).

Kasus ini terungkap setelah petugas Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera mendapatkan informasi dari warga mengenai adanya penjualan ilegal satwa langka. Mereka kemudian bekerja sama dengan polisi untuk mengungkapnya.

Awalnya tim gabungan menangkap AW (55) di halaman samping salah satu losmen di Jalan Lintas Sumatera Km 3, RT 36, RW 09, Kelurahan Mensawang, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi pada 23 Maret 2021. Pelaku mengaku akan menjual opsetan harimau sumatera seharga Rp 150 juta.

Selanjutnya, petugas juga berhasil meringkus HL(53) dan JAG (31). Keduanya ditangkap di depan salah satu warung makan di Jalan Lintas Jambi-Bungo tepatnya di Desa Manggis, Kecamatan Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi pada 24 Maret 2021. Mereka mengaku akan menjual dua gading gajah (Elephas maximus sumatranus) seharga Rp 60 juta.

Dari ketiga warga Jambi ini juga diamankan barang bukti berupa satu opsetan harimau sumatera dan dua gading gajah sumatera, satu unit mobil Daihatsu Grandmax nomor polisi BH 8178 KP putih, satu sepeda motor Honda Spacy putih, dan 3 unit telepon genggam.

Dalam kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

“Saat ini ketiga pelaku sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polda Jambi untuk melengkapi berkas perkaranya,” jelas Sigit.

Terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono menegaskan, kejahatan tumbuhan dan satwa liar (TSL) merupakan kejahatan luar biasa dan melibatkan jaringan dengan pelaku berlapis. “Upaya penindakan dan penegakan hukum terus kami lakukan, KLHK telah membentuk tim intelijen dan cyber patrol untuk memetakan jaringan perdagangan ilegal TSL,” ucapnya. [yan]