Jokowi Sebut Kepemilikan Tanah Jadi Kendala Bangun Food Station di Sumut & Kalteng

Irene

Jokowi Sebut Kepemilikan Tanah Jadi Kendala Bangun Food Station di Sumut & Kalteng

Pemerintah saat ini sedang merencanakan pembangunan lumbung pangan nasional atau food estate di daerah Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Namun, ada beberapa hal yang masih jadi kendala, salah satunya terkait kepemilikan tanah.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Saya minta Menteri ATR/BPN ini bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas,” katanya saat membuka rapat terbatas terkait lanjutan pembahasan food estate melalui siaran telekonference di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Dia berharap masalah kepemilikan tanah segera diselesaikan. Jokowi yakin hal tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

“Ini menimbulkan sedikit masalah, tetapi saya yakin bisa,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui Jokowi juga meminta Menhan Prabowo menjadi leading sector pengembangan Food Estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Kendati begitu, pembangunan lumbung padi tetap akan dimonitor oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di daerah kita harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati,” kata Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Pengembangan lumbung pangan baru tersebut diharapkan dapat menjadi sumber cadangan logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri. Selain itu, cadangan logistik tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi krisis pangan.

“FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional,” jelas Jokowi. [fik]

Next Post

Tiga Terdakwa Mantan Petinggi Jiwasraya Hadapi Tuntutan

Jakarta, Indonesia — Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS) akan menjalani sidang tuntutan hari ini. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT AJS Hendrisman Rahim; Direktur Keuangan PT AJS Hary Prasetyo; serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan. “Iya (tuntutan) […]