Jokowi Optimis Selepas Pandemi Dunia Musik Semakin Inovatif dan Kreatif

Irene

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyadari bahwa pandemi Covid-19 menghantam industri musik di Indonesia. Hal itu lantaran pertujukkan, konser, hingga festival musik ditiadakan selama satu tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

“Tak ada pertunjukan, konser, tur, sampai festival musik di sepanjang satu tahun ini. Tetapi saya tahu, pemusik-pemusik Indonesia adalah insan kreatif yang tidak mudah patah semangat,” jelas Jokowi saat menyampaikan Hari Musik Nasional melalui akun instagramnya @jokowi, Selasa (9/3).

Dia mengatakan para musisi berinovasi mengadakan konser virtual dan berkolaborasi dengan platform digital untuk menjangkau para penikmat musik selama pandemi. Jokowi pun meyakini industri musik Indonesia akan semakin kreatif usai pandemi Covid-19.

“Konser virtual dan kolaborasi dengan platform digital, menjadi saluran kreatif mereka untuk menjangkau para penikmat musik dan sebagai ruang baru untuk berkarya,” kata dia.

“Saya percaya, selepas pandemi ini, dunia musik di tanah air akan berubah. Semakin inovatif. Semakin kreatif,” sambung Jokowi.

Sebagai informasi, Para musisi dan masyarakat Indonesia hari ini, 9 Maret 2020 bersama menyambut Hari Musik Nasional. Tak hanya soal selebrasi, adanya refleksi dan evaluasi tentang perkembangan musisi Tanah Air juga jadi poin penting.

Tepat tujuh tahun lalu, 9 Maret untuk pertama kali diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Penetapan ini terjadi di masa pemerintahan Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2013.

Hari Musik Nasional diharapkan menjadi momentum masyarakat untuk mengapresiasi dan mendukung industri musik Indonesia. Apalagi dengan kualitas musik yang bisa bersaing di kancah internasional, karya anak bangsa layak dibanggakan.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Marzuki Alie Gugat Perdata AHY ke PN Jakpus

Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Ali menggugat perdata Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Gugatan dilakukan terkait perbuatan melawan hukum karena telah memecat Marzuki dan empat kader partai lainnya. Gugatan diketahui dari situs resmi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan dikonfirmasi oleh Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono. “Sidang perkara gugatan […]