Breaking News in Indonesia

Jokowi Minta Riau Tingkatkan Testing dan Tracing Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Riau dapat meningkatkan testing dan tracing. Sebab dia melihat angka testing baru mencapai 37,25% dan tracing yaitu 0,43%.

“Artinya di sini yang diberikan di testing dan tracing yang masih kurang karena masih pada level terbatas. Seperti testing 37,25, tracing juga masih kecil 0,43,” katanya kepada Forkopimda se-Riau di Pekanbaru seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5).

Dia juga meminta agar Riau berhati-hati dalam tingkat keterisian tempat tidur (bed accupancy rate/BOR). Sebab, Jokowi melihat Riau menjadi nomor dua keterisian tempat tidur tinggi setelah Sumatera Utara.

“Ini hati-hati Riau berada di nomor kedua setelah Sumatra Utara. Yang paling tinggi Sumatera Utara. Di Sumatera Utara 55, di Riau 53 meskipun tadi laporan terakhir dari pak Gubernur tadi sudah di angka 47, sudah turun. Tapi sekali lagi perlu diturunkan lagi karena BOR nasional adalah 29 persen. Sudah rendah sekali nasional,” bebernya.

Jokowi meminta para pasien yang masuk ruang perawatan harus disegerakan untuk sembuh sehingga keterisiaan RS bisa berkurang.

“Sembuhkan secepatnya. Perintahkan, pak bupati wali kota, ke rsud yang ada. Kurangnya apa? Obatnya komplet atau masih kurang?” ungkapnya.

Dia juga menyoroti Dumai, Indragiri hulu yang alami BOR yang tinggi. Seperti di Indragiri Hulu, angka BOR mencapai 93 dan Dumai 84 persen.

“Ini hati-hati, sudah segede itu hati-hati. Meski tadi rata-rata 53 tapi hati hati ada 2 yang tinggi sekali, Indragiri Hulu dan Dumai,” bebernya.

Atas masalah ini, Jokowi mengaku sudah memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar Rumah Sakit Pertamina bisa turut membantu . Tidak hanya itu, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta agar RS Bhayangkara bisa membantu.

“Kalau sudah gini sudah lampu merah betul itu yang 93, 84 itu hati-hati. Itu dua Minggu berikutnya sudah bisa kolaps kalau tidak disiapkan,” ungkapnya. [ray]