Jokowi Minta Penegakan Hukum Tak Menimbulkan Ketakutan dan Hambat Inovasi

Irene

Jokowi Minta Penegakan Hukum Tak Menimbulkan Ketakutan dan Hambat Inovasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Kerja Kejaksaan RI Tahun 2020. Saat memberikan arahan, Kepala Negara meminta Kejaksaan melakukan penegakan hukum secara tepat.

“Namun, penegakan hukum juga jangan menimbulkan ketakutan yang menghambat percepatan, yang menghambat inovasi,” pesannya, Senin (14/12).

Jokowi mengingatkan, pengawasan yang dilakukan Kejaksaan harus diarahkan untuk mempercepat pembangunan nasional. Kejaksaan tidak boleh menghambat langkah pihak yang ingin bekerja demi masa depan bangsa lebih baik.

“Apalagi yang menyangkut penggunaan APBN, yang harus dibelanjakan secara cepat dan tepat untuk kepentingan rakyat dan membawa negara kita Indonesia keluar dari krisis kesehatan dan krisis ekonomi sekarang ini,” sambungnya.

Pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961, ini meminta Kejaksaan mengefektifkan pengawasan internal agar para jaksa bertindak profesional. Dia berharap, penanganan perkara di Kejaksaan diarahkan untuk mengoreksi kesalahan pelaku, memperbaiki pelaku dan memulihkan korban kejahatan.

“Penanganan korupsi juga harus bisa meningkatkan pengembalian aset kepada negara. Seperti tadi disampaikan oleh Bapak Jaksa Agung bahwa telah kembali kurang lebih Rp 19 triliun. Ini jumlah yang sangat besar,” katanya. [eko]

Next Post

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Persetujuan Vaksin Covid-19 di AS

Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin berpotensi menguat seiring persetujuan penggunaan vaksin di Amerika Serikat. Pada pukul 09.53 WIB, Rupiah masih bergerak melemah 39 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.119 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.080 per USD. “Rupiah bisa menguat […]