Jokowi Lantik Petrus Reinhard Jadi Kepala BNN

Irene

Jokowi Lantik Petrus Reinhard Jadi Kepala BNN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Irjen Petrus Reinhard Golose menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12). Mantan Kapolda Bali itu menggantikan Komjen Pol Heru Winarko.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) no 203/TPA/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi utama di lingkungan Badan Narkotika Nasional.

“Sebelum saya mengambil sumpah dan janji sebagai Badan Narkotika Nasional, terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama masing-masing,” tanya Jokowi.

“Bersedia,” kata Petrus.

“Apabila demikian harap mengikuti dan mengulangi kata-kata saya,” kata Jokowi.

“Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi Dharmabakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Jokowi seraya Petrus mengikuti.

Petrus Reinhard Golose dilahirkan di Manado, 27 November 1965. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988 dan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998. Kemudian ia menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002.

Dia turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000—2001). Petrus aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan money laundering, cyber crime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.

Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina. Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.

Sejak tahun 2006, Petrus pernah menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri. Selama kariernya, ia telah menangani dua kasus hacking di Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu hacking website KPU dan hacking website Partai Golkar. Ia juga telah menulis buku berjudul 'Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus' pada tahun 2008.

Petrus Reinhard Golose juga peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian, setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul 'Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri' pada Sabtu, 7 Juni 2008.

Petrus termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Idham Azis, serta Rycko Amelza Dahniel. [cob]

Next Post

Jadi Mensos, Risma Dianggap Bisa Jadi Ancaman Bagi Puan di 2024

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin menilai, diangkatnya Tri Rismaharini sebagai menteri sosial dapat semakin meningkatkan elektabilitasnya di bursa calon presiden 2024. Namun demikian, hal itu tentu memengaruhi posisi Puan yang juga akan berkontestasi di ajang yang sama. “Akan jadi simalakama ke depan, kita tahu […]