Jokowi: Di Kabinet Indonesia Maju Dipenuhi Kader HMI

Irene

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saat memberikan arahan Jokowi sempat berseloroh kalau Kabinet Indonesia Maju dipenuhi dengan kader-kader HMI.

“Di Kabinet Indonesia Maju ini dipenuhi oleh banyak kader-kader HMI. Saya sebutkan Pak Menkopolhukam Mahfud MD, Profesor Muhajir Menko PMK, Bapak Zainudin Amali Menpora, Bapak Suharso Monoarfa Menteri Bappenas, Bapak Sofyan Djalil Menteri ATR, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kemudian juga Pak Bahlil Lahadalia, HMI semuanya,” katanya sambil menyebutkan satu persatu para menteri dalam siaran virtual dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/3).

“Mungkin ada yang nggak salah sebut tapi ini sudah, bukan banyak tapi terlalu banyak,” tambah Jokowi.

Dia mengatakan HMI melahirkan banyak tokoh umat dan pemimpin bangsa yang memiliki latar belakang berbeda-beda.Sebab itu dengan potensi yang dimiliki. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap HMI mampu mewujudkan cita-cita untuk menyelaraskan Islam dan Indonesia.

“Para pendiri untuk menyelaraskan keIslaman dan keindonesiaan dengan semangat pembaharuan, memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman, dan menjadi pilar penyokong integrasi bangsa,” ujarnya.

Jokowi juga mengatakan, saat ini dunia semakin berkembang. Sebab itu dia meminta agar terus membangun kolaborasi diberbagai agenda penting sehingga dapat membangun bangsa, termasuk tetap berikhtiar mengatasi pandemi serta dampaknya.

“Membantu masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan, membangkitkan optimisme, membangkitkan harapan, agar bangsa kita segera pulih dan bangkit dari pandemi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia juga berharap HMI bisa jadi pelopor bangsa. Sehingga bisa membuat Indonesia semakin maju. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pun yakin HMI bisa mencetak dan melahirkan pemimpin bangsa yang unggul.

“Menyiapkan, melahirkan SDM unggul, mencetak dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang akan mengantar bangsa ini siap berkompetisi dalam era kiper kompetisi sekarang ini dan semakin maju menjadi pemenang dan yakin usaha sampai,” tutupnya. [fik]

Next Post

KPK Dalami Kasus Nurdin Abdullah Lewat Dua Saksi Swasta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjerat Gubernur nonaktif Nurdin Abdullah. Hari ini, Rabu (17/3) tim penyidik menjadwalkan memeriksa dua saksi dari pihak swasta. Mereka adalah Kiki […]