Breaking News in Indonesia

Jika Pemekaran Wilayah Jadi, Kabupaten Bogor Kehilangan Potensi PAD Rp800 Miliar

Pemkab Bogor akan kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp800 miliar jika Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Namun, potensi PAD sebesar itu, justru dianggap menjadi nilai tambah, bahwa Bogor Barat dan Bogor Timur layak dan siap untuk memekarkan diri.

“Artinya, dari segi potensi keuangan, dua daerah itu sangat layak untuk mekar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, Jumat (30/4).

Kata Burhan, Calon Persiapan Daerah Otonomi Baru (CPDOB) Bogor Barat, memiliki bergantung potensi wisata, pertanian, peternakan, perkebunan hingga pertambangan.

Semua potensi itu tersebar di 11 kecamatan. Yakni, Kecamatan Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Pamijahan, Cibungbulang, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjo, Rumpin dan Parungpanjang.

Sementara CPDOB Bogor Timur hanya terdiri dari 7 kecamatan. Yakni, Gunungputri, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur.

Namun, Bogor Timur memiliki potensi PAD Bogor timur dihasilkan dari industri atau pabrik yang banyak tersebar di sana, termasuk pertanian, perkebunan dan pertambangan.

“Kalau bicara PAD, Bogor Timur lebih besar. Bisa Rp500 miliar satu tahun. Karena penunjangnya sektor industri. Sementara Bogor Barat sekitar Rp280 miliar,” jelas Burhan.

Untuk mendongkrak PAD di Bogor Barat, Pemkab Bogor sebagai daerah induk selama tiga tahun, akan memfasilitas pembangunan perekonomian di sana.

“Di barat, rumah sakit sudah ada, IPB juga ada di sana. Selanjutnya kita siapkan zona bisnis bertaraf nasional dan regional,” tegas Burhan.

Meski begitu, Burhan menegaskan bahwa kebijakan pembentukan DOB saat ini ada di pemerintah pusat. Dia pun berharap presiden segera membuka moratorium DOB.

“Pemkab Bogor sudah melengkapi berbagai persyaratan. Pembentukan DOB bukan urusan politis. Tapi agar masyarakat mendapat pelayanan lebih baik,” ujarnya. [bal]