Jakarta () – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua Bali dan Mandalika Lombok-NTB, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), memastikan bahwa pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) The Mandalika telah berjalan sesuai jadwal.

Jika berjalan sesuai rencana, The Mandalika akan menjadi arena penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Superbike (World Superbike/WSBK) pada akhir tahun ini.

"Kami puas dengan kemajuan pekerjaan JKK hingga saat ini dan memastikan bahwa pekerjaan akan terus berjalan sesuai dengan timeline, termasuk target homologasi pada semester kedua 2021 ini," kata Managing Director ITDC The Mandalika, Bram Subiandoro, dalam pernyataan pers, Senin.

"Kami harap seluruh kegiatan konstruksi berjalan dengan lancar dan optimal untuk menyambut event World Superbike (WSBK) November mendatang di The Mandalika,” kata Bram.

Hingga pekan keempat Juni 2021, konstruksi JKK secara keseluruhan telah mencapai 78,6 persen yang mencakup pekerjaan pengaspalan main track dan service road.

Pekerjaan main track telah menyelesaikan aspal lapis pertama atau yang disebut dengan AC-Base sepanjang 4,31 km dari total track lane 4,31 km.

Sementara pekerjaan service road telah teraspal sekitar 7,5 km dari total 8,12 km. Service road adalah jalan layanan yang terletak di sisi main track yang berfungsi sebagai pelayanan darurat untuk mengakomodir sejumlah kendaraan yang mengalami kecelakaan beserta para pembalap saat keluar lintasan, dan sebagai jalur yang dapat diakses oleh operator dan ambulans.

Baca juga: Pembangunan sirkuit Mandalika capai 77 persen

Selain itu, saat ini ITDC juga melakukan beberapa pekerjaan lain secara bersamaan, yakni penghamparan gravel bed, proses fabrikasi, pemasangan concrete barrier, pagar debrish fence, pitwall geobrugg, landscaping (pohon dan rumput) dan pekerjaan drainase permukaan kawasan JKK serta pekerjaan pondasi borepile bangunan race control.

Race Control adalah ruangan khusus yang diperuntukkan sebagai tempat melakukan supervisi dan mengatur jalannya balapan. Ruangan itu harus memiliki persyaratan seperti peredam suara, koneksi jaringan telepon baik nasional maupun internasional, jaringan Wi-Fi, kamera, TV, sistem pencahayaan, sistem waktu dan transponder.

Tahap pengaspalan JKK terdiri dari tiga tahap yaitu AC-Base, AC-Binder hingga Surface SMA. Setelah penyelesaian aspal lapis pertama pada main track, maka dipastikan pekerjaan akan segera dilanjutkan dengan tahap aspal lapis kedua (AC-Binder).

Dalam upaya memastikan kualitas pengaspalan dan penyelesaian JKK sesuai dengan target, ITDC melakukan pemantauan perkembangan dan progres harian secara berkala melalui Mandalika Grand Prix Association (MGPA). MGPA adalah unit usaha ITDC yang secara khusus mengelola JKK, termasuk melakukan pemantauan perkembangan pembangunan, perawatan, dan penyelenggaraan event yang akan digelar di area tersebut.

Baca juga: Konstruksi lintasan sirkuit MotoGP Mandalika capai 78,6 persen

Baca juga: Sandiaga: Jumlah penonton World Superbike Mandalika akan disesuaikan

Baca juga: Menkominfo: Jaringan internet Labuan Bajo-Mandalika telah terpasang

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2021