Jakarta () – Memiliki rumah idaman menjadi impian sebagian orang dan tak jarang untuk memenuhi keinginan tersebut, mereka mencari jenis rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Di jenis hunian di Indonesia ada 10 rumah berdasarkan bentuk dan 6 berdasarkan usia dan status bangunan yang menempati urutan teratas menurut volume pencarian di Google.

"Dengan merilis data terupdate saat ini, kami berharap calon pembeli bisa membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap dan relevan, serta mendapatkan opsi tambahan dalam pencarian dan pembelian properti sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Head of Partnership, Marketing, & PR Pinhome, Dani Budianto seperti dikutip dari siaran pers Pinhome, dikutip Kamis.

Berdasarkan bentuk, apartemen menjadi jenis properti pertama yang berada di urutan paling atas. Properti ini mempunyai volume pencarian di Google sebanyak 56 ribu.

Selanjutnya, ruko atau rumah toko yang pada dasarnya banyak terbangun di penjuru Indonesia. Bangunan jenis ini memiliki volume pencarian terbanyak kedua yaitu 19 ribu.

Urutan ketiga yakni cluster. Umumnya orang Indonesia akan mengetik cluster atau klaster. Volume pencarian dengan kata cluster memiliki nilai tinggi sehingga menempatkan jenis properti ini di posisi ketiga, sementara volume pencarian cluster sebanyak 11 ribu.

Posisi keempat townhouse. Hunian ini pada dasarnya sudah eksis sejak lama dan telah banyak developer perumahan yang membangunnya. Di dalam townhouse hanya ada beberapa rumah saja sehingga lingkungannya lebih eksklusif. Pencarian volume townhouse sebesar 5400.

Selanjutnya, rumah susun dengan pencarian volume sebanyak 5400, diikuti transit-oriented development (TOD) yakni jenis hunian baru yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban. TOD adalah tipe properti yang terintegrasi langsung dengan transportasi umum seperti MRT, LRT, atau halte bus Trans. Hunian jenis ini umumnya berbentuk apartemen yang memiliki search volume 700.

Urutan ketujuh rukan atau rumah kantor yang memiliki volume pencarian sebanyak 600. Rukan mungkin terbilang jenis properti yang sedikit dicari mengingat jenis hunian ini bersifat segmented.

Berikutnya rumah kopel yakni dua bangunan rumah yang berhimpitan. Namun pada dasarnya, ini merupakan dua rumah berbeda yang digabung menjadi satu. Kopel atau dalam bahasa Inggris berarti couple, mengartikan rumah tersebut seperti berpasangan karena berdempetan. Volume pencarian rumah jenis ini terbilang kecil yaitu 500.

Posisi kesembilan rumah tunggal. Rumah jenis ini menjadi salah satu yang rendah dilihat dari volume pencariannya atau bisa berarti jarang sekali orang mencari rumah tunggal di internet. Search volume rumah tunggal hanya 150.

Urutan terakhir yakni kondotel dengan volume pencarian volume 40.

Sementara itu, rumah berdasarkan usia dan status bangunan pada posisi pertama jatuh pada kontrakan yang berdasarkan volume pencarian di Google menggunakan Ahrefs, kata kunci kontrakan mencapai 23000.

Posisi kedua kos atau kosan dengan jumlah atau volume pencarian sebanyak 12000. Selanjutnya, rumah subsidi yang memiliki harga dan bunga terjangkau sehingga membuat masyarakat tertarik dengan jenis rumah ini. Di Google, pencarian rumah subsidi mencapai 8300 search volume.

Urutan keempat yakni rumah baru dengan search volume senilai 2800. Pada dasarnya, banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Kata kunci yang dimasukkan lebih mengarah pada keyword “rumah dijual” atau diikuti nama kota seperti “rumah Jakarta” dan sebagainya. Hal ini menyebabkan mungkin kata kunci rumah baru menjadi kurang populer.

Posisi kelima yakni rumah lelang atau properti yang pembayarannya tidak lunas, sehingga pihak bank harus menyita. Setelah disita, pihak bank akan menjual rumah tersebut ke nasabah dengan cara dilelang. Search volume kata kunci ini mencapai 1500.

Terakhir, rumah lama dengan jumlah pencariannya mencapai 800. Namun bisa saja banyak faktor yang terjadi. Misalnya, para pengguna internet langsung melakukan pencarian di situs penjualan properti seperti Pinhome. Selain itu, para pengguna internet sudah langsung menggunakan aplikasi pencarian rumah.

Baca juga: Pinhome resmikan aplikasi konsumen dan ruang kolaborasi

Baca juga: Tips pengecekan properti untuk tempat usaha

Baca juga: Gojek perluas layanan GoService dengan Pinhome
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2021