Ingin Mengubah Perilaku Kucing, Stop Menarik Bagian Belakang Lehernya

Irene

Tingkah laku kucing kesayangan memang seringnya bikin gemas. Tapi, kadang ada beberapa perilaku anabul yang sering membuat pemiliknya kesal. Entah itu naik ke atas meja atau mencakar perabotan di rumah, pasti sebal juga melihatnya bukan? Berniat ingin mendisplinkannya, beberapa orang menyarankan untuk menjepit tengkuknya setiap kali melakukan kenakalan di rumah. Apa tindakan itu efektif? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Perilaku Alami Induk

©Shutterstock

Pernah melihat induk kucing seperti menggigit anak-anaknya di bagian belakang leher untuk memindahkannya. Meskipun dianggap sebagai perilaku alami, tapi kebiasaan ini tidak ada hubungannya dengan mendisiplinkannya.

Ini hanya terjadi saat sang induk perlu memindahkan anak kucingnya yang masih sangat kecil dan tidak punya waktu untuk menggiringnya menjauh dari bahaya. Sedangkan bagi anabul yang sudah dewasa, tindakan manusia yang melakukan itu justru dianggap menakutkan dan membuatnya merasa terancam.

Bisa Menyakiti Kucing

©Shutterstock

Anak kucing memiliki refleks fleksor yang membuatnya lebih rileks dan lemas, ketika tekanan yang tepat diberikan pada kulit tebal di pangkal leher. Ketika induknya yang melakukannya, itu tidak membahayakan anak kucing sama sekali. Secara naluri, induk tahu persis berapa banyak tekanan yang bisa diberikan dengan mulutnya dan di mana tepatnya harus menempatkan rahangnya.

Seiring pertumbuhannya, kucing akan kehilangan refleks fleksornya. Saat manusia melakukan hal sama seperti induk kucing, kemungkinan anabul akan berhenti meronta, tapi karena kesakitan atau ketakutan.

Teguran yang Tidak Efektif

©Shutterstock

Orang yang menjepit tengkuk kucingnya sering menganggapnya sebagai salah satu cara untuk mengajarkan perilaku yang lebih baik. Tapi itu tidak berhasil karena justru membuatnya merasa takut dan menyakitinya, karena melakukannya terlalu keras atau di area yang salah. Selain niat sesungguhnya tidak tersampaikan, kucing pun merasa tidak nyaman dan mengembangkan trauma tersendiri pada pemiliknya.

Jangan Dilakukan Secara Rutin

©Shutterstock

Dalam keadaan darurat, cara ini merupakan upaya paling terakhir yang bisa dilakukan untuk menghentikan perilaku buruknya. Namun, para ahli setuju jika menarik tengkuk anabul tidak boleh dilakukan secara terus-menerus karena dapat merusak hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan. Bukannya menjadi sahabat terbaik, rasa sakit, takut, dan stres malah memicu kucing bersikap agresif padamu.

Sebaiknya cari solusi bagaimana melatih kucing dengan cara yang lebih bersahabat, misalnya dengan memberikan treat setiap kali anabul mengikuti latihan dengan baik. tapi jangan asal memberikan treat, percayakan pada Muezza yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang untuk jaga kesehatannya.

©Merdeka

Kucing sehat, pemiliknya pun kini bebas was-was. Pasalnya, brand makanan kucing kering ini sudah mendapatkan sertifikasi halal dari The Central Islamic Committee of Thailand. tak perlu ragu lagi saat memegang cat food, terkena liur kucing, mencuci wadah makannya di tempat cuci piring, hingga menemukan lokasi penyimpanan yang mudah dijangkau setiap jam makannya.

Tersedia dalam 4 varian rasa seperti Ocean Fish Flavor, Salmon Flavor, Tuna Flavor, dan Mackerel Flavor, pesan Muezza pilihanmu di marketplace favoritmu seperti Shopee dan Tokopedia. (*/eth)

Beli Muezza di ShopeeBeli Muezza di Tokopedia [wri]

Next Post

Temui Warga Magetan Korban Banjir, Risma Bagikan Paket Makanan Siap Saji dan Kasur

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana banjir yang terjadi di Desa Ngunut, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, senilai puluhan juta rupiah. “Atas nama pemerintah pusat, kami menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat terdampak. Diharapkan masyarakat tetap sabar, terus berdoa, dan kondisinya segera pulih seperti sedia kala,” ujar Mensos […]