Breaking News in Indonesia

IHSG Berpotensi Menguat, 7 Saham Emiten Ini Laik Jadi Investasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 10,01 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.205,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,51 poin atau 0,27 persen ke posisi 941,34.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan indeks saham akan berada pada 6.078 hingga 6.202. Pergerakan IHSG saat ini terlihat sedang melalui fase teknikal rebound setelah terkoreksi wajar pada beberapa waktu sebelumnya.

“Namun masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi penopang bagi kenaikan IHSG,” ujar William melalui riset harian, Jakarta, Senin (29/3).

Selain itu masih tercatatnya capital inflow secara year to date juga masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau. Adapun beberapa saham rekomendasi pada perdagangan hari ini di antaranya adalah ICBP, ASII dan ITMG. Kemudian ada juga sama perusahaan dengan kode BBCA, AKRA, SMRA dan LSIP.

Tim Lotus Sekuritas dalam kajiannya mencatat, kedatangan tambahan 16 juta bahan baku vaksin Sinovac menjadi sentimen positif, mendorong optimisme akan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, investor menanti rilis data inflasi Maret 2021 yang diperkirakan 0,08 persen (mom) dan 1,36 persen (yoy).

Bursa ekuitas AS kembali ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (26/1), ditopang oleh kenaikan saham siklikal dan menguatnya saham teknologi. Presiden AS Joe Biden mengumumkan target baru distribusi 200 juta suntikan vaksin COVID-19 dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

Investor juga merespons pengumuman bank sentral AS The Fed terkait aksi pembelian kembali (buyback) saham dan kenaikan dividen saham perbankan mulai akhir Juni 2021. Data klaim pengangguran mingguan AS turun ke level terendah dalam satu tahun ke posisi 684.000 pada pekan lalu.

Sementara, kekhawatiran akan kenaikan inflasi mereda setelah rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, terkendali di 0,1 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy). Investor cenderung optimis akan prospek pemulihan ekonomi global dan mengabaikan kekhawatiran akan gelombang III penyebaran COVID-19 di Benua Eropa.

Dari komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat setelah sebelumnya tertekan kekhawatiran akan kemacetan di salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia, Terusan Suez. Minyak mentah Brent naik 4,23 persen menjadi 64,57 dolar AS per barel, sementara minyak mentah WTI ditutup naik 4,12 persen ke level 60,97 dolar AS per barel.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 296,15 poin atau 1,02 persen ke 29.472,85, indeks Hang Seng naik 39,83 poin atau 0,14 persen ke 28.376,26, dan indeks Straits Times meningkat 19,32 poin atau 0,61 persen ke 3.177,27. [azz]