IHSG Berpotensi Melemah, 7 Saham Ini Tetap Jadi Rekomendasi Analis

Irene

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 21 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.231,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,92 poin atau 0,52 persen ke posisi 935,61.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan indeks saham akan berada pada rentang 6.202 hingga 6.378. Support level tampak sedang diuji dalam pergerakan IHSG.

“Sedangkan gelombang tekanan masih terlihat belum akan berakhir,” ujar William dalam riset harian, Jakarta, Rabu (24/3).

William mengatakan, jika IHSG tidak dapat mempertahankan support level terdekat maka IHSG masih akan bergerak melemah hingga beberapa waktu mendatang. “Namun fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas masih akan turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” jelasnya.

Adapun beberapa saham rekomendasi hari ini di antaranya adalah ITMG, ICBP, INDF dan AALI. Kemudian ada juga saham perusahaan dengan kode BBRI, BMRI serta LSIP.

Tim Riset Lotus Sekuritas menulis, saat ini pelaku pasar masih mencermati sejumlah data makro ekonomi dalam negeri dan pergerakan yield obligasi acuan AS. Sehingga IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan di kisaran 6.199- 6.290. Bursa ekuitas AS melemah merespons kekhawatiran terkait biaya belanja infrastruktur dan potensi kenaikan pajak untuk mendanai paket bantuan Presiden Joe Biden senilai USD 1,9 triliun.

Investor mewaspadai pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen bahwa ekonomi AS tetap dalam krisis dari pandemi saat dia mempertahankan rencana pengembangan kenaikan pajak di masa depan untuk membiayai investasi publik yang baru. Dari Eropa, tingkat pengangguran Inggris secara tak terduga turun menjadi 5 persen dalam tiga bulan hingga Januari. Sedangkan Jerman memperpanjang penguncian hingga 18 April, sementara hampir sepertiga Prancis memasuki penutupan selama sebulan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sebagian besar wilayah di dunia melihat peningkatan kasus COVID-19 baru karena varian yang sangat menular terus menyebar. Sementara itu, AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada pejabat China pada Senin (22/3) atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. China membalas sanksi tersebut dengan tindakan hukuman terhadap anggota parlemen, diplomat dari Eropa.

Dari komoditas, harga minyak mentah melemah 6 persen pada Selasa (23/3), merespon kekhawatiran akan pembatasan baru pandemi dan lambatnya peluncuran vaksin di Eropa. Minyak Brent turun 3,83 dolar AS atau 5,9 persen menjadi 60,79 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,8 dolar AS atau 6,2 persen ke level 57,76 dolar AS per barel.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 445,24 poin atau 1,54 persen ke 28.550,68, indeks Hang Seng turun 258,52 poin atau 0,91 persen ke 28.238,86, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,62 poin atau 0,15 persen ke 3.127,12. [azz]

Next Post

Suasana Mencekam Penembakan Massal di Swalayan AS

Suasana Mencekam Penembakan Massal di Swalayan AS. Sebanyak 10 orang dilaporkan tewas, termasuk polisi yang tiba di lokasi kejadian, dalam penembakan yang terjadi di swalayan King Sooper, Boulder, Colorado, Amerika Serikat. Petugas kepolisian mengevakuasi orang-orang di dalam swalayan King Sooper ketika terjadi penembakan di Boulder, Colorado, Amerika Serikat (AS), pada […]