Hakim dan Pegawai Positif Corona, Pelayanan PN Pelalawan Ditutup Sementara

Irene

Hakim dan Pegawai Positif Corona, Pelayanan PN Pelalawan Ditutup Sementara

Beberapa hakim dan pegawai di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Provinsi Riau dinyatakan positif Covid-19. Karena itu, pelayanan publik PN Pelalawan dihentikan untuk sementara waktu.

Hal ini sesuai dengan SK Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan No. W4-U11/1953/KP.05.1/9/2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19.

“Pelayanan aktivitas publik ditutup sementara sampai 30 September 2020. Itu untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Humas PN Pelalawan Rahmat Hidayat Batubara, Sabtu (26/9).

Dia menyebutkan, sesuai instruksi Mahkamah Agung, meski tidak masuk kantor pihaknya tetap bekerja dari rumah seperti biasa. Mereka melakukan Work from Home (WFH) atau pegawai tetap bekerja dari rumah.

“Tanggal 1 Oktober kita semua sudah masuk, aktivitas pelayanan publik akan berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah hakim di PN Pelalawan dinyatakan positif corona. Bahkan beberapa pegawai di situ juga terinfeksi virus tersebut. Jumlah total yang positif di PN Pelalawan sebanyak delapan orang.

“Iya benar. Ada beberapa hakim dan pegawai PN Pelalawan dan tenaga honorer dinyatakan positif Covid-19,” ujar Rahmat Selasa (22/9).

Rahmat mengatakan, mereka ketahuan positif virus corona setelah mengikuti tes swab untuk seluruh hakim, pejabat, pegawai, juga karyawan. Namun sebagian besar dari mereka merupakan orang tanpa gejala.

“Mereka orang tanpa gejala (OTG), jadi penanganannya sudah dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pelalawan,” kata Rahmat.

Selanjutnya, Ketua PN Pelalawan Bambang Setyawan mengambil tindakan cepat setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Hakim dan pegawai yang terinfeksi corona menjalani isolasi mandiri di kompleks rumah dinas yang berada di bagian belakang areal PN.

“Kantor PN sudah disemprot disinfektan dan Dinkes Pelalawan juga sudah rutin setiap pagi dan siang melakukan perawatan,” kata Rahmat.

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Asril membenarkan adanya pasien Covid-19 di PN Pelalawan. Tes swab dilakukan di PN Pelalawan pada Rabu (16/9) lalu.

“Semuanya memang OTG, jadi diputuskan untuk isolasi mandiri. Kita akan kontrol terus hingga sembuh,” jelas Asril. [cob]

Next Post

Gara-Gara HP, Pengemudi Perempuan di Tasikmalaya Tabrak Pengemis hingga Tewas

Satu keluarga pengemis di Kota Tasikmalaya tertabrak mobil yang dikendarai seorang wanita. Satu di antara korban meninggal dunia, sedangkan dua lainnya kritis. Kejadian tersebut terjadi gara-gara si pengendara tidak konsentrasi saat mengemudi. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Terusan Situ Gede belakang Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Para pengemis yang berjumlah tiga […]