Gibran Usulkan Ada Sekolah Media Sosial di Solo

Irene

Gibran Usulkan Ada Sekolah Media Sosial di Solo

Kehadiran media sosial (medsos) dinilai penting di era serba online saat ini. Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengusulkan adanya kurikulum medsos untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Konsepnya sudah saya sampaikan. Sudah ngobrol juga dengan Pak Ganjar. Konsep-konsepnya sudah saya sampaikan ke Pak Ganjar. Yang jelas kurikulumnya harus bisa menjawab tantangan zaman. Salah satunya sekolah sosial media,” ujar Gibran, Kamis (19/11).

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mencontohkan saat dia belajar ilmu marketing di Singapura.
Gibran membandingkan materi kuliah yang dia dapat berbeda dengan adiknya Kaesang Pangarep, meskipun sama-sama mempelajari ilmu marketing.

“Ya kalau saya kan dulu belajar marketing. Saya bandingin, saya sama adik saya, kan jurusannya sama, tapi yang dipelajari itu beda. Dari saya, adik saya dan yang sekarang itu beda,” katanya.

Gibran menyampaikan, apa yang dipelajarinya dulu masih menggunakan metode offline. Sesuai perkembangan zaman, sekarang semuanya serba online.

“Zaman itu berubahnya cepat banget. Dan apa yang saya pelajari sudah tidak berlaku lagi. Jadi memang harus ada sesuatu yang baru, yang bisa menjawab tantangan zaman dan perubahan zaman. Harus bisa menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas,” katanya lagi.

Gibran juga menceritakan saat dirinya duduk di bangku SMA di Singapura. Saat itu para siswa belum mengenal Zoom, WhatsApp hingga Wikipedia. Bahkan ketika terjadi wabah SARS di sana, tugas sekolah harus dikirim melalui pos. Meski serba kesulitan, ia bersyukur masih bisa bertahan.

“Itu waktu saya SMA. Waktu itu ada SARS. Sekolahnya tutup, sekolahnya berhenti. Kan enggak ada Zoom, semua dikirim lewat pos, PR PR-nya, segala macem,” kenangnya.

Lebih lanjut Gibran menyampaikan, saat ini ada permasalahan SMA/SMK di Solo yang menjadi prioritas harus diselesaikan. Yakni, pemerataan ke seluruh kecamatan. Apalagi ada kecamatan di Solo yang belum memiliki SMA.

“Masalah zonasi kan berantakan karena Kecamatan Pasar Kliwon enggak ada SMA. Nanti SMA 2 pindah ke HP (lahan Hak Pakai) 16,” pungkas ayah Jan Ethes itu. [cob]

Next Post

70 Persen Kabupaten/Kota Miliki Kesembuhan Covid-19 di Atas Rata-Rata Dunia

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, mayoritas kabupaten dan kota di Indonesia memiliki persentase kesembuhan Covid-19 di atas 75 persen. Ini menunjukkan, sebagian besar kabupaten dan kota memiliki kesembuhan Covid-19 di atas rata-rata dunia. Data Kementerian Kesehatan per 18 November 2020, persentase kesembuhan Covid-19 dunia […]