Gempa M 5 Guncang Pandeglang, BPBD Belum Temukan Kerusakan Infrastruktur

Irene

Gempa M 5 Guncang Pandeglang, BPBD Belum Temukan Kerusakan Infrastruktur

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten belum menemukan kerusakan infrastruktur, bangunan rumah warga, maupun korban jiwa akibat gempa Sumur Pandeglang.

Gempa yang terjadi di Sumur Pandeglang sebanyak dua kali dengan magnitudo 5,0, Sabtu, pukul 22.32 WIB dan magnitudo 3,0, Minggu, pukul 04.28 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana di Posko Kesiapsiagaan Mitigasi di Villa Hejo Kiara Payung, Panggarangan, Lebak, Minggu (15/11) seperti dilansir Antara.

BPBD Banten menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan dampak gempa Sumur Pandeglang tersebut, namun pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan infrastruktur jalan, pasar, maupun kerusakan pemukiman, termasuk rumah warga.

Selain itu, gempa Sumur Pandeglang tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Sejauh ini, kata dia, gempa magnitudo 5,0, Sabtu (14/11), pukul 22:32 WIB dengan Lokasi 6.74 LS, 105.14 BT (49 km barat daya Sumur-Banten), kedalaman 10 km juga gempa susulan magnitudo 3,0, Minggu ,pukul 04.28 WIB, dengan Lokasi 6.76 LS-105.15 BT (48 km barat daya Sumur-Banten dengan kedalaman 16 km.

“Potensi gempa itu, tidak menimbulkan gelombang tsunami,” katanya.

BPBD Banten terus berkoordinasi dengan aparat kecamatan, desa, relawan, TNI dan Polri, terkait dengan respons atas gempa tersebut.

Saat ini, pihaknya siaga di Posko Utama Kesiapsiagaan Bencana Mitigasi untuk memberikan pelayanan dan evakuasi pertolongan kepada masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi berita hoaks yang tidak dipertanggungjawabkan,” katanya.

Gempa magnitudo 5.0 dan 3.0 yang terjadi di Sumur Pandeglang itu tidak berpotensi tsunami dan getarannya dirasakan oleh sebagian warga Cikeusik, Bayah, Ciptagelar, dan Panggarangan.

Begitu juga dirasakan getarannya di Carita, Panimbang, Labuan, Cimanggu, Malimping, Cikotok, Rangkasbitung, dan Sawarna.

Sejumlah nelayan pesisir Sumur Kabupaten Pandeglang mengatakan saat ini aktivitas masyarakat berjalan normal dan tidak terpengaruh adanya gempa tersebut.

“Kami hari ini tetap melaksanakan kegiatan melaut sehubungan cuaca relatif baik,” kata Jumri (45), seorang nelayan Desa Sumur, Kabupaten Pandeglang. [bal]

Next Post

Hujan Roket Pemberontak Ethiopia Hantam Ibu Kota Eritrea

Jakarta, Indonesia — Sejumlah roket yang diluncurkan dari wilayah Tigray, Ethiopia, dilaporkan menghantam ibu kota negara tetangganya, Eritrea. Sejumlah diplomat memaparkan roket-roket itu jatuh di dekat bandara di Ibu Kota Asmara. Hujan¬†roket itu disebut diluncurkan oleh kelompok pemberontak Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). “Dari laporan-laporan yang kami dapat, beberapa roket […]