Gelar Demo Virtual, Aliansi Jurnalis Independen Tolak UU Omnibus Law Ciptaker

Irene

Gelar Demo Virtual, Aliansi Jurnalis Independen Tolak UU Omnibus Law Ciptaker

Gelombang desakan penolakan terhadap undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berdatangan. Beragam cara dilakukan oleh element masyarakat guna menyampaikan aspirasi kekecewaannya terhadap aturan sapu jagat tersebut.

Salah satunya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang menggelar aksi bagi para insan jurnalis untuk bergabung menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hari ini, Kamis (8/10) secara online maupun offline serentak di seluruh Indonesia.

“Ini adalah hal baru bagi kita para wartawan yang melakukan unjuk rasa secara virtual tidak turun ke jalan. Sebenarnya kita sangat ingin turun ke jalan tetapi wabah ini masih sangat besar (pandemi Covid-19), sehingga kita pilih jalan yang kita anggap sesuai dengan saat ini dan saya kira teman-teman yang turun ke jalan tetap berusaha menerapkan perotokol kesehatan,” kata Ketua Umum AJI Abdul Manan saat membuka aksi virtual AJI, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan aksi unjuk rasa secara virtual ditunjukan sebagai rasa solidaritas kaum jurnalis kepada teman-teman buruh. Karena hal itu turut berdampak pada para pekerja termasuk jurnalis.

Menurutnya, perubahan undang undang Omnibus Law turut mengubah beragam aspek diantaranya perubahan pengupahan dan perlindungan upah bagi para pekerja.

“Tetapi yang utama dari perubahan Omnibus Law ini adalah negara mengurangi perannya sebagai pelindung bagi pekerja dan mendorong banyak aspek kesejahteraan itu diberikan kepada para pekerja melalui serikat pekerja dan pengusaha. Ini saya rasa bisa menjadi jebakan batman, karena kultur berserikat di kalangan pekerja masih sangat rendah,” katanya.

Atas digelarnya aksi tersebut, dikutip dari dari akun Instagram @aji.Indonesia, Kamis (8/10), aksi demo itu berlangsung di 39 kota di Indonesia mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Aksi virtual ini pun terbuka bagi para insan jurnalis melalui medium Zoom maupun chanel youtube.

Adapun agenda demo adalah:

1.Orasi perwakilan jurnalis dari 38 AJI Kota di seluruh Indonesia.

2.Orasi perwakilan masyarakat sipil.

3.Laporan langsung aksi offline jurnalis di 38 titik kota di seluruh Indonesia.

4.Pernyataan sikap bersama.

5.Peluncuran petisi [rhm]

Next Post

Kejaksaan Agung Periksa 13 Saksi Kasus Korupsi Jiwasraya

Jaksa penyidik Kejaksaan Agung memeriksa 13 orang saksi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero). “Tim jaksa penyidik kembali melakukan pemeriksaan 13 orang saksi pada Rabu terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. […]