Febri Diansyah Sempat Ajak Diskusi Nawawi Soal Pengunduran Diri dari KPK

Irene

Febri Diansyah Sempat Ajak Diskusi Nawawi Soal Pengunduran Diri dari KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango mengaku sempat berbincang dengan Febri Diansyah sebelum eks jubir KPK itu menyatakan mengundurkan diri. Menurut Nawawi, pembicaraan tersebut dilakukan di ruang kerjanya sebelum surat permohonan pengunduran diri Febri diajukan.

“Mungkin saya orang pertama yang diajak bicara mas Febri soal keinginannya untuk resign,” tutur Nawawi lewat pesan singkat, Jumat (25/9).

“Meski berat bagi saya kehilangan sahabat berdiskusi, tapi saya harus menghormati sikap yang tetap diambil Mas Febri,” imbuhnya.

Nawawi yakin, Febri telah memikirkan dengan matang niatannya tersebut. Dia akan tetap melakukan hal yang terbaik untuk KPK meski tidak lagi bekerja di sana.

“Pada baris akhir surat permohonan mundurnya dia menulis, dia tak pernah keluar dari KPK dalam artian yang sebenarnya, semangatnya masih berada bersama lembaga ini,” Nawawi menandaskan.

Febri Diansyah mengungkapkan alasannya mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Febri merasa dengan kondisi KPK yang saat ini sudah berubah, membuat ruang geraknya dalam memberantas korupsi tidak signifikan.

“Secara pribadi, saya melihat rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK, tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi,” kata Febri kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Dia menjelaskan perubahan kondisi politik dan hukum di lembaga antirasuah itu terasa setelah revisi UU Nomor 30 tahun 2002 yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK. UU itu disahkan DPR pada 17 September 2019.

“Tetapi kami tidak langsung meninggalkan KPK, pada saat itu kami bertahan di dalam dan berupaya untuk bisa berbuat sesuatu agar tetap bisa berkontribusi untuk pemberantasan korupsi,” jelasnya.

Akhirnya, setelah 11 bulan menjalani perubahan kondisi tersebut, barulah Febri memutuskan mundur dari KPK. Adapun surat pengunduran dirinya telah diserahkan ke Sekretariat Jenderal KPK pada 18 September 2020.

“Sejujurnya agak berat bagi saya untuk mengambil keputusan ini. Apalagi harus menyampaikan kembali ke teman-teman karena dengan diambil keputusan ini, saya harus meninggalkan teman-teman yang masih berjuang di dalam KPK, meski kondisi sangat sulit,” ujar Febri.

Sebagai informasi, Febri Diansyah bergabung ke KPK setelah menjadi aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW). Dia ditunjuk menjadi Juru Bicara pada 2016 di masa kepemimpinan Agus Rahardjo.

Jabatan Febri sebagai Juru Bicara berakhir saat menjelang akhir 2019, tidak lama setelah Firli Bahuri menjadi Ketua KPK. Kala itu, Febri yang juga merangkap sebagai Kepala Biro Humas KPK diminta memilih jabatan yang ingin diemban di lembaga antirasuah ke depan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Gibran Laporkan LHKPN Total Kekayaan Bersih Capai Rp 21 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN, milik Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Diketahui laporan ini dicatatkan Gibran sebagai salah satu syarat majunya kepala daerah dalam kontestasi Pilkada 2020. “Pengumuman ini diumumkan dengan catatan lengkap berdasarkan hasil verifikasi tanggal 24 September 2020,” tulis […]