Breaking News in Indonesia

Epidemiolog Sebut Seharusnya TPU Dibuka dengan Penerapan Prokes

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang menutup sementara Tempat Pemakaman Umum (TPU) selama lima hari masa libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah mulai Rabu (12/5) hingga Minggu (16/5).

Menurutnya, seharusnya TPU tetap dibuka namun memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

“Ya, seharusnya (dibuka),” katanya saat dihubungi , Sabtu (15/5).

Pandu mengatakan tak masalah jika TPU, kawasan wisata dan pusat perbelanjaan dibuka untuk masyarakat. Namun, pemerintah harus membatasi jumlah pengunjung yang datang dan menerapkan 50 persen dari kapasitas.

“Batasi di semua lokasi dengan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan),” ujarnya.

Meski demikian, dia menduga, penutupan sementara TPU di Jakarta Pusat karena Dinas Pertamanan dan Hutan Kota tidak memiliki infrastruktur yang cukup untuk mendukung penerapan protokol kesehatan.

“Dinas TPU mungkin tidak siap dari segi infrastruktur dan petugas. Biasanya tidak siap di pintu masuk,” jelasnya.

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan penutupan sementara TPU merupakan bentuk antisipasi untuk mencegah terjadinya kerumunan peziarah yang datang saat Hari Raya Idul Fitri sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kasus positif Covid-19.

“Sesuai dengan kebijakan yang dituangkan melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, maka TPU akan ditutup untuk peziarah, kecuali untuk pemakaman karena itu wajib,” kata Dhany saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, dilansir Antara, Senin (10/5).

Adapun penutupan sementara TPU di wilayah Jakarta Pusat, yakni di TPU Karet Bivak, Karet Tengsin dan TPU Kawi-Kawi. Untuk melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap masyarakat yang tetap datang berziarah ke TPU, Pemkot Jakarta Pusat akan mendirikan posko.

Selain dapat menghalau masyarakat yang hendak berziarah, posko pengamanan juga didirikan untuk melakukan pengawasan agar tidak ada pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar, serta para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Jadi hari H steril tidak ada pedagang. Petugas P3S dorong ke pemakaman kalau ada yang minta-minta, dijangkau,” kata Dhany.

Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Budi Hidayat mengatakan, penutupan sementara TPU ini sebagai bentuk evaluasi atas sempat membludaknya peziarah yang datang ke TPU menjelang Ramadhan beberapa hari lalu.

“Ini hasil evaluasi Ramadhan 2 April sampai 11 April itu pengunjung berkali lipat karena tahun lalu tidak ada 'munggahan'. Takut membludak, sehingga diputuskan kita tutup,” kata Budi. [fik]