Breaking News in Indonesia

Empat Ribu Buruh di Aceh Kehilangan Pekerjaan Selama Pandemi Covid-19

Ketua Aliansi Buruh Aceh, Saiful Mar mengatakan, empat ribu orang kehilangan pekerjaan sejak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia pada 2020 lalu, sekitar .

“Jumlah seluruhnya yang di-PHK (pemutusan hak kerja) selama pandemi Covid-19 di Aceh sebanyak empat ribu orang lebih,” katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (2/5).

Dia mengungkapkan, mereka yang terkena PHK itu bekerja di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Adapun beberapa sektor terdampak, seperti perhotelan, pertambangan serta berbagai perusahaan jasa lainnya.

“Tetapi yang paling besar penyumbang PHK tersebut adalah perhotelan, sampai 800 orang,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, kebanyakan pekerja di sektor perhotelan tidak di-PHK, tetapi dirumahkan dan akan dipanggil kembali. Namun, ternyata perusahaan merekrut pekerja lain.

“Seharusnya boleh dirumahkan, tetapi nanti dipanggil kembali setelah Covid-19, tapi yang lucunya diterima karyawan baru dan yang lama tidak dipanggil lagi, ini yang buat kita sedih,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, dia juga meminta kebijakan dari Gubernur Aceh untuk merevisi Qanun (peraturan daerah) Nomor 7 Tahun 2014 tentang ketenagakerjaan, mengingat sudah adanya UU Cipta Kerja.

“Pemerintah Aceh juga harus benar-benar serius menerapkan UMP sesuai dengan yang telah ditentukan,” terangnya.

Saiful menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih terhadap perusahaan yang tidak melakukan PHK karyawan selama pandemi.

“Terima kasih, memang seharusnya seperti itu, jangan menafikan Covid-19. Jangan pemecatan itu berasalan pada Covid-19,” tutupnya. [fik]