Breaking News in Indonesia

Efisiensikan Transaksi Kripto, Cook Protocol Pakai Blockchain Velas

Efisiensi transaksi aset kripto bisa diraih menggunakan teknologi blockchain Velas. Ini tercermin dari dibangunnya Cook Protocol di blockchain bersistem DPoS bertenaga artificial intuition itu. Cook Protocol adalah platform manajemen aset lintas blockchain yang terdesentralisasi.

Protokol ini dibangun bagi investor dan manajer aset profesional untuk membuka dunia inovasi sektor DeFi (Decentralized Finance) yang sedang tumbuh pesat sejak Juli tahun lalu.

“Kami kagum dengan langkah Velas bekerja sama dengan Solana yang mendukung Ethereum Virtual Machine (EVM) agar skalabilitas bisa tanpa batas. Itulah yang memungkinkan biaya transaksi menjadi lebih murah, sekaligus penentu bagi masa depan Cook Protocol,” kata KP Peng, Manajer Strategis Cook Protocol dalam keterangan, kemarin.

Sebagai DPoS pertama di dunia yang didukung oleh artificial intuition, Peng melihat Velas sebagai pemimpin dalam teknologi blockchain yang berfokus pada skalabilitas dan inovasi.

“Cook Protocol telah memilih Velas sebagai basis perkembangannya, yang menawarkan keunggulan teknis dan pangsa pasar menarik,” kata Alex Alexandrov, Pendiri dan CEO Velas.

Velas juga mendukung efisiensi dalam hal interoperabilitas, yakni kompatibilitas dengan blockchain berbeda. Dalam hal ini, blockchain Velas kompatibel dengan blockchain Ethereum, berkat penerapan Ethereum Virtual Machine (EVM). Velas juga mampu berinteraksi tanpa halangan dengan Binance Chain dan Huobi Chain dengan kehadiran Symblox Bridge untuk menyebut sejumlah blockchain yang populer.

Alexandrov menyebut terdapat sejumlah keuntungan dalam membangun di Velas. Antara lain pengguna dan pengembang program di seluruh dunia dapat memanfaatkan keunggulan Velas, yang baru-baru ini memasukkan bagian dari basis kode Solana menjadi lebih cepat dan lebih murah.

Velas adalah blockchain yang pertama di dunia yang dikelola dengan artificial intuition yang dibalut dengan teknologi PoS dan DPoS. Ini juga memastikan tingkat keamanan dan mutu desentralistiknya. Alexandrov mengklaim komunitas yang digalang oleh Velas sangat aktif dan luas, dengan lebih dari 9.500 pengguna dari beragam negara.

Selain itu, Symblox, aplikasi keuangan desentralistik di blockchain Velas pun terus berkembang sejak debutnya beberapa bulan lalu. Kini Symblox sudah masuk tahap ke-4 untuk fitur farming. Sedangkan untuk fitur staking, aset kripto kripto Velas (VLX), sudah bisa dikonversi menjadi aset kripto sVLX agar bisa digunakan di aplikasi Symblox.

Dengan kehadiran sVLX, ini memungkinkan pengguna mendapatkan income pasif yang sama dengan menjalankan masternode, yakni sekitar 18-20 persen per tahun hanya dengan meng-hold-nya.

“Berkat fitur itu, sangat membantu bagi yang tidak memiliki modal untuk menjalankan masternode, yang minimal membutuhkan 1 juta VLX,” ujarnya.

Velas juga segera meluncurkan BitOrbit pada akhir Maret ini. BitOrbit adalah media sosial desentralistik yang merupakan bagian terpadu di blockchain Velas dengan fitur kriptografi canggih. BitOrbit akan menyediakan fitur dompet aset kripto yang sudah built-in, video feed, dan banyak lagi. Lebih dari satu juta pengguna Velas diproyeksikan menjadi basis pengguna media sosial BitOrbit.

BitOrbit dirancang mirip seperti Telegram, yang dikenal aman dari sisi privasi. BitOrbit menegaskan karakter itu dengan sistem kriptografi dan blockchain, juga agar lebih fungsional. “Untuk percakapan dalam grup misalnya, komunikasi bisa menjadi lebih stabil, anonim dan aman,” pungkas Alexandrov. [sya]