Dokter di Manado Kenalkan Metode ‘Menari’ untuk Mencegah Stroke

Irene

Dokter di Manado Kenalkan Metode 'Menari' untuk Mencegah Stroke

Kasus kematian seseorang akibat stroke banyak ditemukan di Indonesia. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Manado, Vekky Sariowan memperkenalkan metode Menari untuk mencegah stroke. Menari merupakan singkatan dari meraba denyut nadi sendiri.

Menurut Vekky, berdasarkan riset kesehatan dasar (Rikesdas) tahun 2018, provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ketiga dalam hal prevalensi penyakit stroke. Salah satu langkah awal untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan melakukan deteksi dini penyakit fibrilasi atrium.

“Fibrilasi atrium adalah suatu keadaan di mana serambi (atrium) jantung tidak berkontraksi secara normal atau hanya terjadi fibrilasi, menyebabkan jantung berdenyut secara ireguler. keadaan ini menyebabkan aliran darah di serambi jantung menjadi stasis dan mudah terbentuk bekuan darah. Bekuan darah pada ruang jantung tersebut yang apabila terlepas dapat menyebabkan sumbatan aliran darah otak,” ungkap Vekky dalam webinar di Manado, Jumat (9/10).

Vekky menuturkan, pedoman terbaru yang diterbitkan oleh perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Eropa tahun 2020, bahwa salah satu metode deteksi penyakit Fibrilasi Atrium adalah meraba nadi sendiri, terutama pada individu berusia lebih dari 65 tahun. Hal ini dilatarbelakangi karena lebih dari 30 persen penderita fibrilasi atrium gejala awalnya yakni stoke.

Dokter spesialis Jantung dan pembuluh darah kelahiran Tomohon ini mengingatkan beberapa tindakan medis lanjutan untuk deteksi stroke.

“Yaitu dengan melakukan penapisan atau pemeriksaan berkala pada setiap individu sehat yang berusia lebih dari 65 tahun seperti pemeriksaan tekanan darah, rekam jantung dan laboratorium,” ujarnya. [cob]

Next Post

Longsor di Karangasem Sebabkan 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal

Tanah longsor yang terjadi di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Selain itu, longsor yang terjadi pada Sabtu (10/10) juga menyebabkan seorang warga terluka. “Warga meninggal dunia telah berhasil dievakuasi, sedangkan korban yang mengalami luka ringan telah dirawat di Puskesmas Rendang,” kata Kepala Pusat […]