Dispendik Jatim Akan Bantu 46.000 Siswa Banyuwangi Peroleh Kuota Internet dan Gawai

Irene

Dispendik Jatim Akan Bantu 46.000 Siswa Banyuwangi Peroleh Kuota Internet dan Gawai

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan membantu memberikan kuota internet untuk 46.000 siswa SMA-SMK di Kabupaten Banyuwangi. Tidak hanya kuota internet, bantuan gawai juga akan diberikan kepada siswa kurang mampu. Pihak sekolah juga didorong untuk menyediakan fasilitas komputer untuk belajar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di Banyuwangi, Istu Handono mengatakan sudah 8 bulan para siswa harus belajar dengan metode daring untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19). Pihaknya berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban orang tua siswa.

“Bantuannya dalam bentuk kartu perdana berisi kuota 10 giga. Mudah-mudahan kartu perdana ini bisa meringankan beban orang tua siswa yang selama ini harus memberikan kuota internet anaknya untuk mengikuti pelajaran online,” kata Istu, Selasa (6/10).

Saat ini, pihak sekolah bersama Dinas Provinsi Jawa Timur sedang mendata siswa yang tidak mampu dan perlu mendapatkan bantuan gawai untuk belajar. “Kami juga minta pihak sekolah untuk memfasilitasi siswa di lab komputernya, nanti secara bergilir tanpa meninggalkan protokol kesehatan covid-19,” jelasnya.

Bantuan kuota internet ditujukan tidak hanya untuk siswa yang belajar di sekolah negeri, namun juga di swasta. Sebab bantuan tersebut juga ada yang bersumber dari Kementerian Pendidikan.

“Diupayakan seluruh siswa tingkat SMA dan SMK baik negeri maupun swasta akan mendapat bantuan kuota internet tersebut. Untuk bantuan kuota internet dari pemerintah pusat, masih dalam proses pendataan nomor handphone siswa yang akan diisi kuota internet,” jelasnya.

Istu Handono berharap bantuan internet bisa digunakan maksimal untuk proses belajar daring hingga masa pandemi teratasi dan situasi bisa kembali normal. “Bantuan kartu perdana tidak hanya dari satu operator, juga ada operator selular lain yang akan memberikan bantuan yang sama,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Banyuwangi melalui program Siswa Asuh Sebaya (SAS), berupa solidaritas antar pelajar telah mengumpulkan uang senilai 370 juta selama masa pandemi. Uang ratusan juta tersebut kemudian disalurkan kepada 1.300 siswa kurang mampu dari 33 sekolah SD dan 9 sekolah SMP.

Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk beasiswa, alat belajar, modul pembelajaran, handphone, dan pulsa internet. Program SAS diikuti oleh seluruh sekolah di Banyuwangi mulai tingkat SD, SMP sampai SMA dengan jumlah 911 sekolah. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2011.

“Gerakan SAS menjadi pelengkap program lain. Jadi semua saling menopang. Pemkab Banyuwangi memiliki program bantuan uang saku dan transportasi untuk pelajar, tabungan pelajar kurang mampu, beasiswa kuliah Banyuwangi Cerdas, hingga pengangkatan anak putus sekolah,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Kontributor: Mohammad Ulil Albab [hhw]

Next Post

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng - Joshua

Lagu: Cublak Cublak Suweng Sir … sir … pong dele gosong Sir … sir … pong dele gosong Sir … sir … pong dele gosong Blak … cublak suweng Suwenge teng gelenter Mambu ke tundung gudel Pak Gempong lera-lere Soyo ngguyu delek ake Sir … sir … pong dele gosong […]