Diadukan Warga Soal Pedagang Liar di Sekitar Pasar Klewer, Gibran Janji Menertibkan

Irene

Diadukan Warga Soal Pedagang Liar di Sekitar Pasar Klewer, Gibran Janji Menertibkan

Calon Wali Kota Solo nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan kampanye virtual, menjelang Pilkada, 9 Desember. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyambangi RT 1-2, RW 3, Kelurahan Mertodranan, Semanggi, Pasar Kliwon.

Selain permasalahan kampung, warga yang sebagian merupakan pedagang Pasar Klewer mengeluhkan banyaknya pedagang tidak resmi di sekitar alun-alun utara. Menurut Mustajab, warga setempat, saat ini masih banyak pedagang tidak resmi di area Pasar Klewer.

“Kalau Senin-Kamis itu, pedagang-pedagang dari luar kota pada datang, mereka berjualan di mobil. Mereka kan produsen langsung, jadi jualnya lebih murah, Mas. Akhirnya kan pedagang yang di kios-kios resmi jadi nggak laku, mohon solusinya,” ujarnya.

Kepada Mustajab, Gibran menyampaikan jika dirinya bersama Teguh Prakosa siap menertibkan para pedagang bermobil yang meresahkan tersebut.

“InsyaAllah tahun depan akan bersih, pak, nanti akan kita atur. Ke depan alun-alun utara akan kita tata rapi sehingga bisa jadi public space, event-event bisa digelar di sana. Sehingga ini bisa berdampak pada roda ekonomi di sekitar Klewer,” jelas Gibran.

Di lokasi lain, Gibran juga melakukan dialog dengan warga lainnya. Murdiyanto, perwakilan warga menyampaikan perlunya perhatian serius pada kondisi Kali Jenes.

“Mohon dikeruk area Kali Jenes Pasar Kliwon, karena banyak sampah dan masih ada limbah pabrik yang dibuang ke sungai,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Gibran turut menjelaskan keluhan yang sama sering sekali ia temui saat blusukan terutama di sekitar wilayah Laweyan.

“Sering saya dengar dari warga kalau saya blusukan ke Laweyan. Memang itu kan sungai perbatasan antara Solo dan Sukoharjo. Saya lihat kondisinya kotor, banyak sampah, limbah juga. Ini sudah saya bantu bicarakan ke pusat. Insya Allah PU nanti akan membantu, karena sungainya kan panjang maka perbaikannya membutuhkan dana yang besar,” jelas pria lulusan MDIS itu.

Usulan lain disambung Hartono, warga RT 1/3 yang mengajukan permohonan pavingisasi di Jalan Miges. Gibran pun berbincang lebih detail mengenai kondisi jalanan tersebut.

“Nggih, pak. Ini sambil saya cek di map, sementara saya catat dulu,” jelas Gibran.

Keluhan hampir sama disampaikan oleh warga di perkampungan lain. Permasalahan bantuan UMKM yang belum turun pun turut ditanyakan Heri Sulistyawan, warga RT 1/3. Gibran menanyakan dan berbincang lebih lanjut apakah syarat yang sudah diajukan lengkap.

Gibran juga menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan seni di kampung-kampung. Terutama di kampung setempat yang memiliki kegiatan seni keroncong. Namun karena pandemi dan kekurangan peralatan, kegiatan tersebut sempat terhenti.

“Ini selaras dengan komitmen saya menjadikan setiap kampung sebagai destinasi wisata. Karena setiap tempat pasti ada potensi yang bisa dikembangkan,” ucap Gibran. [gil]

Next Post

Kala Macron Mencoba Meredam Ketegangan dengan Islam

Jakarta, Indonesia — Nama Presiden Prancis Emmanuel Macron tengah menjadi sorotan. Sejumlah pernyataannya yang dinilai menghina Islam menuai kecaman dari berbagai penjuru dunia. Namun, dalam kesempatan terbaru, Macron mencoba untuk meredam ketegangannya dengan umat Muslim. Tak seperti sebelumnya, di mana berbagai pernyataannya selalu terkesan ofensif, kali ini Macron mengeluarkan pernyataan […]