Data Suspek Covid-19 Menurun Drastis, Ini Penjelasan Satgas

Irene

Data Suspek Covid-19 Menurun Drastis, Ini Penjelasan Satgas

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memastikan pihaknya terus melakukan perbaikan dan penyelarasan koordinasi pelaporan data, dari tingkat kabupaten atau kota ke provinsi hingga pemerintah pusat. Pernyataan ini terkait menurun drastisnya data suspek Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Pekan lalu, data suspek Covid-19 harian berada di atas 160.000 orang. Kini data suspek Covid-19 harian hanya 60.000 orang.

“Hal ini menyangkut teknik pengumpulan dan validasi data yang jumlahnya sangat besar dan membutuhkan waktu pemrosesannya, sehingga belum bisa betul-betul realtime,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/11).

Dalam memproses data, Satgas Penanganan Covid-19 mengantisipasi pembaharuan angka suspek setelah proses verifikasi yang dilakukan di tingkat daerah dan tingkat pusat.

“Terkait data suspek, Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota sehingga terjadi perubahan cukup signifikan,” ungkapnya.

Satgas Penanganan Covid-19, kata Wiku, akan selalu menyampaikan kepada publik tentang proses peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan data dalam menangani Covid-19. Kementerian Kesehatan juga telah melakukan pemutakhiran data suspek Covid-19 berdasarkan input dari masing-masing provinsi.

Hal ini sesuai definisi suspek Covid-19 yang ada dalam surat keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/413/2020. Dalam surat keputusan Menteri Kesehatan tersebut, ada tiga kriteria suspek Covid-19.

Pertama, orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara atau wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Kedua, orang dengan salah satu gejala atau tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probable Covid-19. Ketiga, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan. [lia]

Next Post

MITSUBISHI MOTORS New Environmental Plan Seeks 40% CO2 Emissions Reduction and 50% Ratio of Electric Vehicles by 2030

TOKYO, Nov 3, 2020 – (JCN Newswire) – MITSUBISHI MOTORS CORPORATION (MMC) has formulated a new Environmental Plan for the next 30 years. To contribute to realizing a society with net zero carbon dioxide (CO2) emissions in 2050, the company aims for 40 percent reduction in the CO2 emissions from […]