Dapat Nomor Urut 2, Pasangan Petahana di Pilkada Teluk Bintuni Sebut Kode Alam

Irene

Dapat Nomor Urut 2, Pasangan Petahana di Pilkada Teluk Bintuni Sebut Kode Alam

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat merampungkan pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Pilkada 2020. Pasangan Ali Ibrahim Bauw-Yohanes Manibuy (AYO) memperoleh nomor urut 1. Sedangkan pasangan petahana Petrus Kasihiw dan Matret Kokop (PMK2) atau yang dikenal dengan Piet-Matret memperoleh nomor urut 2.

Koordinator Wilayah (Korwil) I, tim pemenangan Piet-Matret, Yohanes Akwan menuturkan, nomor 2 merupakan nomor alam yang menjadi pertanda pembangunan harus berlanjut untuk dua periode.

“ini sudah seperti kode alam. Karena 2 artinya dua periode, pembangunan di Teluk Bintuni harus berlanjut. Dan dari awal kami sudah menggunakan simbol 2 untuk menggambarkan dua periode. Jadi ini sebuah kebetulan yang baik sekali lah,” kata Yohanes Akwan kepada wartawan, Jumat (25/9).

Pengundian nomor urut di gedung KPUD Teluk Bintuni, terkesan sepi. Hal ini dikarenakan aturan hanya boleh dihadiri oleh pasangan calon dan didampingi oleh empat orang saja. Sejak hari sebelumnya, Petrus Kasihiw telah mengedarkan pesan kepada seluruh pendukung dan relawannya perihal imbauan untuk tidak berkerumun ketika pengundian dilakukan di kantor KPUD.

“Disampaikan kepada semua Tim PMK2 dan simpatisan, bahwa sehubungan dengan Ketentuan KPU RI tentang penarikan nomor urut pasangan calon pada hari ini Kamis, (24/9) di Kantor KPU Bintuni, hanya dapat dihadiri empat orang saja dari masing-masing paslon. Oleh karena itu saya berharap tidak ada pergerakan masa ke KPU sebab bisa melanggar protokoler kesehatan dan terancam diskualifikasi, demikian agar menjadi maklum,” demikian isi pesan Petrus Kasihiw.

Meskipun kantor KPUD dilakukan penjagaan ketat oleh kepolisian dan TNI sebagai bentuk antisipasi, nampaknya pendukung dari pasangan Piet-Matret terlihat mengikuti imbauan tersebut dan terlihat mampu menahan diri untuk tidak ikut mengantar pasangan petahana tersebut.

“Kami dan seluruh koordinator tim sukses tentu mengikuti imbauan dari Pak Piet. Apalagi kita memang sedang berproses di tengah pandemi. Pak Piet sendiri yang pada waktu kemarin sebelum cuti masih menjadi Bupati Teluk Bintuni kan sedang melakukan segala cara untuk melawan pandemi ini. Jadi kita punya kesadaran lah. Apalagi beliau sudah dengan tegas tidak mau ada kerumunan. Itu kita patuhi,” pungkas Yohanes. [cob]

Next Post

Muncul Klaster Hiburan Malam selama PSBB, Begini Penjelasan Disparekraf DKI

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta (Parekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya menegaskan tidak ada tempat wisata hiburan malam yang beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Kalau hiburan malam enggak ada,” kata Gumilar saat dikonfirmasi, Jumat (25/9). Disinggung mengenai adanya klaster penularan Covid-19 di sektor […]