Cyber Security Talent di Era Industri 5.0

Irene

Cyber Security Talent di Era Industri 5.0

Era Industri 5.0 mendorong setiap negara dan sumber daya manusianya untuk beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang saat ini terus berusaha untuk beradaptasi dengar perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Saat ini, hampir setiap kegiatan sosial ekonomi masyarakat di Indonesia memanfaatkan kecanggihan teknologi. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kecanggihan teknologi bisa sangat berbahaya jika tidak dimanfaatkan dengan bijak atau yang biasa dikenal dengan istilah cybercrime atau kejahatan dunia maya. Oleh karena itu, untuk meminimalkan dan mencegah cybercrime dibutuhkan Cyber Security talent.

Hal ini tergambar dari acara Cyber Security Training Webinar (daring) bertajuk “Perjalanan Karir seorang Cyber Security” yang digelar secara daring via zoom, Rabu (23/9) malam. Acara tersebut dibuka oleh Charlie Hartono (Country Lead Social Impact and Philanthropy Mastercard Indonesia) serta menghadirkan 2 pembicara yaitu Ravi Dharmawan (Cyber Security Specialist Pegipegi) dan Diastuti Utami (Cyber Security Engineer Blibli).

Acara ini merupakan salah satu bagian program dari Mastercard Academy 2.0, sebuah flagship program yang dirancang untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan digital yang penting untuk masyarakat Indonesia. Kegiatan ini adalah bentuk nyata program kolaborasi antara Infradigital Foundation bersama Mastercard dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk membangun Digital Talent di Indonesia.

Tingginya permintaan Cyber Security talent di Indonesia tidak diimbangi jumlah sumber daya manusia yang terampil di bidang ini. Bahkan beberapa perusahaan di Indonesia harus mendatangkan Cyber Security talent dari berbagai negara untuk mengisi permintaan tersebut. Hal ini berbanding terbalik jika melihat angka pengangguran lulusan SMK pada tahun 2018 yang sangat tinggi di Provinsi Jawa barat.

Oleh karena itu, dengan adanya berbagi pengalaman dan inspirasi dari dua pembicara yang bekerja sebagai cyber security talent diharapkan para siswa SMK terinspirasi untuk berkarir dalam bidang Cyber Security.

Ravi Dharmawan, Cyber Security Specialist Pegipegi menuturkan, perjalanan karir dia sebagai seorang Cyber Security talent dipermudah oleh pengalaman dia mengikuti berbagai kompetisi ketika masih berkuliah.

Bahkan ketika Ravi melamar pekerjaan dan bekerja, Ravi belum memiliki sertifikasi resmi dan hanya bermodalkan prestasi menjuarai berbagai kompetisi Cyber Security. Oleh karena itu, Ravi mengajak para peserta Cyber Security Training yang masih duduk di bangku SMK atau baru saja lulus untuk mengasah kemampuan dan keterampilan Cyber Security mereka melalui kompetisi-kompetisi.

Ravi juga membenarkan bahwa saat ini Cyber Security talent di Indonesia masih sangat langka. Sehingga peluang kerja sangat terbuka lebar untuk siapapun yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Diastuti Utami ,Cyber Security Engineer Blibli, bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan Cyber Security talent. Asti juga memberikan tips kepada para siswa SMK yang sedang mengikuti pelatihan Cyber Security untuk mengeksplor lebih jauh tentang bidang Cyber Security yang sangat luas.

Jika telah menemukan satu cabang Cyber Security yang sesuai dengan keinginan maka cukup fokus di cabang tersebut untuk memaksimalkan pekerjaan yang dijalani. Selain itu Asti memberikan dukungan dan semangat kepada peserta pelatihan untuk mempersiapkan diri dengan serius dalam menghadapi sertifikasi Cysa Plus dari CompTIA.

Jika siswa SMK mendapatkan sertifikasi CompTIA CYSA+ itu akan menjadi poin tambahan dalam persaingan mendapatkan pekerjaan di bidang Cyber Security karena tidak banyak talent di Indonesia yang memiliki sertifikasi ini.

Charlie Hartono, Country Lead Social Impact and Philanthropy PT. Mastercard Indonesia, Rangkaian pelatihan Cyber Security ini bisa menjadi jembatan untuk memenuhi kesenjangan keterampilan digital yang ada di Indonesia.

Diharapkan secara bertahap sampai 2022 akan terjaring 6.000 siswa SMK di Jawa Barat yang bisa mendapat pelatihan dan sertifikasi dalam bidang Cyber Security dan tentu saja menjadi Cyber Security handal Indonesia di masa depan. [hrs]

Next Post

Hujan Deras di Kota Palu Sebabkan Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

Hujan deras menyebabkan banjir di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (23/9) malam. Sekitar 100 keluarga menjadi terdampak. Sejumlah warga juga terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. “Tim sudah mengevakuasi warga sejak Rabu (23/9) malam pukul 23.30 WITA hingga Kamis dinihari. Ada 100 kepala keluarga terdampak di sana,” kata […]