Corona Memisahkan Perawat Ulfa dengan Keluarga

Irene

Corona Memisahkan Perawat Ulfa dengan Keluarga

Tidak kurang dari 85 perawat di Indonesia telah gugur saat berjuang melawan Covid-19. Salah satunya, Rasyidah Ulfa (34), tenaga kesehatan yang bertugas di RSU Haji Medan.

Ibu tiga anak ini mengembuskan napas terakhir di RSUP H Adam Malik Medan pada Jumat (7/8) sekitar pukul 01.05 WIB. Kepergian perempuan yang akrab disapa Ulfa memberi duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerjanya.

“Orangnya baik dan ramah. Bagus kerjanya. Dia mau berjuang melawan Covid ini,” kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RS Haji Medan, Nazarul Bahri Hasibuan, Jumat (25/9).

Tangis duka pecah saat jenazah Ulfa dibawa ke halaman RSU Haji Medan. Namun, keluarga dan rekan-rekannya hanya bisa melihat jenazah yang ada di mobil ambulans milik RSUP H Adam Malik dari kejauhan. Hanya pintu belakang kendaraan itu yang dibuka. Tampak peti mati di dalamnya.

Puluhan pegawai RSU Haji menyalatkan jenazah Ulfa. Mereka berbaris mengarah kiblat. Sementara mobil ambulans yang membawa jasad warga Medan Perjuangan itu ada di depan jemaah.

Usai salat, suaminya yang juga positif Covid-19 mengenakan APD lengkap dan duduk di kursi roda menghampiri hingga beberapa meter dari mobil ambulans. Dia melihat peti berisi jenazah istrinya. Dua putra dan seorang putri Ulfa yang mengenakan masker juga mendekat.

Tak lama kemudian, ambulans bergerak, melewati para pegawai yang berbaris di tepi jalan depan rumah sakit. Sebagian masih mengenakan mukena.

“Kepada rekan kita hormat gerak!” teriak seorang pria. Semua langsung memberi hormat, sambil terus terisak, melihat ambulans perlahan pergi menuju lokasi pemakaman khusus Covid-19 di Simalingkar B.

Ulfa bukan satu-satunya perawat di RS Haji Medan yang terpapar Covid-19. Puluhan perawat di sana sempat terpapar. Namun semuanya telah menjalani isolasi mandiri dan kini telah sembuh. “Data persisnya jumlah yang terpapar saya tidak pasti, karena masih harus kami pilah-pilah,” kata Nazarul.

Tidak diketahui pasti dari mana Ulfa dan rekan-rekannya terpapar. Kata Nazarul, ada kemungkinan tertular dari pasien, karena selain bertugas di bagiannya masing-masing, mereka juga bergantian ditugaskan di ruang khusus Covid-19.

Seperti juga dokter, Ulfa dan rekan-rekannya juga mengenakan alat pelindung diri lengkap. Nazarul mengatakan, untuk mengenakan pakaian itu saja sudah sebuah perjuangan. Pengap dan panas. “Paling lama 3 jam, Itu sudah basah baju kita di dalam. Maksimal 3 jam harus diganti. Harus berulang-ulanglah mandi,” papar Nazarul.

Terpaparnya Ulfa dan rekan-rekannya menjadi pelajaran semua pihak. Prosedur penanganan pasien telah diperketat.

Nazarul berharap perhatian kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan terus ditingkatkan. Dia pun meminta agar tim yang menangani Covid-19 benar-benar diseleksi. Mereka harus benar-benar sehat dan kuat imunnya. Kebutuhannya juga harus dipenuhi.

“Ini kan kita di RS Haji ada bantuan dari pusat untuk membangun ruangan khusus Covid. Ini sedang pembangunan. Kami berharap nantinya yang direkrut itu benar-benar selektif, harus sehat, kriterianya harus dipenuhi, APD lengkap, konsumsi vitamin lengkap,” harapnya. [cob]

Next Post

Trump Dikabarkan Bakal Tunjuk Amy Berrett Jadi Hakim Agung

Jakarta, Indonesia — Rumor menyebut Hakim Amy Coney Berrett bakal ditunjuk Presiden AS Donald Trump jadi Hakim Agung Amerika Serikat. Meski belum ada pengumuman resmi, berbagai media AS, termasuk dan The New York Times, menyebut Berrett bakal menggantikan mendiang Ruth Bader Ginsburg. Akan tetapi saat ditanya media soal kebenaran kabar […]