Cerita Pendemo Ikut Demo UU Cipta Kerja Karena Takut Motor Dibawa Teman

Irene

Cerita Pendemo Ikut Demo UU Cipta Kerja Karena Takut Motor Dibawa Teman

Demonstrasi penolakan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) di Jakarta berujung rusuh. Polisi menangkap ribuan pendemo karena diduga terlibat kerusuhan dan perusakan fasilitas umum.

Salah seorang yang tertangkap adalah IP, mahasiswa semester III, yang sedang menempuh pendidikan di univeritas swasta kawasan Jakarta Timur. IP mengaku tak memahami secara menyeluruh isi Undang-Undang tersebut.

Keinginan untuk turun ke jalan menggebu-gebu ketika membaca rentetan pesan yang dikirim temannya. Apalagi saat itu, temannya meminta diantar ke lokasi unjuk rasa.

“Teman WhatsApp lewat japri (jalur pribadi) mau minjam motor saya, minta antar ke sana (lokasi demo). Saya ikutin karena takut motor saya diambil sama dia. Makanya saya jadi ikutan demo. Saya sendiri belum mengetahui isi UU Omnibus Law secara benar dan jelas,” kata dia di Polda Metro Jaya, Minggu (11/10) malam.

IP janjian bertemu dengan teman semasa sekolah di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur Kamis pagi. IP berbaur dengan peserta unjuk rasa lain yang tengah menyampaikan aspirasinya terkait Undang-undang Cipta Kerja di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Singkat cerita, kerusuhan pecah. Massa terlibat bentrok dengan kepolisian. Sebuah mini bus milik kepolisian yang tengah melintas menjadi sasaran amukan demonstran. Mereka melemparkan batu ke arah mini bus. IP yang saat itu berada di lokasi terhasut untuk melakukan perusakan.

“Saya tidak memukul cuma merusak fasilitas saja. Mini bus Polisi, saya terbalikan,” ujar dia.

Gelagat IP ternyata terpantau polisi berpakaian preman. IP akhirnya diciduk. Sementara temannya berhasil melarikan diri. IP mengaku tidak diintimidasi hanya diminta menceritakan kronologi kejadian.

“Hanya disuruh menceritakan apa yang dilakukan tadi secara jujur dan benar, sudah. Tidak ada unsur apa-apa lagi,” ujar dia.

Kini IP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. IP mengaku menyesal telah bertindak anarkis. “Saya minta maaf untuk bapak polisi yang jadi korban kekerasan adik-adik kami, saya minta tolong dibukakan pintu maaf yang sebesarnya-besarnya,” ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Next Post

Trump Dinyatakan Tak Lagi Berisiko Tularkan Virus Corona

Jakarta, Indonesia — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinyatakan aman untuk menghentikan masa isolasi mandiri. Orang nomor satu di AS itu dinyatakan tak lagi berisiko menularkan virus corona penyebab¬†Covid-19. “Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Trump telah aman untuk menyelesaikan masa isolasi. Ia dianggap tidak lagi berisiko menularkan virus […]