CEK FAKTA: Ini Bukan Video Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPR

Irene

CEK FAKTA: Ini Bukan Video Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPR

Beredar di media sosial video unjuk rasa yang diklaim sebagai aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPR, Jakarta.

Dalam video tersebut terlihat kericuhan antara massa aksi dengan polisi di depan gedung DPR. Terdapat juga logo KOMPAS TV dan narasi sebagai berikut:

BREAKING NEWS GAMBAR TERBARU

SITUASI TERKINI DI DEPAN GEDUNG DPR RI

Video yang diunggah akun Facebook mengaitkan dengan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPR, Jakarta. Berikut narasinya:

Polisi sdh main gas air mata , , , , aq cm heran dgn parpol” yg mau menandatangi utk mengesahkan omnibus law , di mn hati nurani kalian ???,”

Penelusuran

Cek Fakta menelusuri klaim video unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di gedung DPR. Hasil penelusuran, video serupa yang dimuat Channel YouTube KOMPASTV pada 24 September 2019 lalu.

Video itu berjudul “TERKINI – Memanas, Polisi Lepaskan Water Canon ke Demonstran di Depan Gedung DPR RI”.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

“Kepolisian mulai memukul mundur demonstran di depan Gedung DPR RI menggunakan water canon untuk memecah konsentrasi massa di depan Gedung DPR RI. Pihak kepolisian pun telah menyiagakan pasukan di area dalam gedung DPR RI. Demonstran melempari pihak pengamanan dengan berbagai benda.”

Sebagai informasi, seperti di lansir dari , pada hari ini, Kamis (8/10) ribuan mahasiswa akan menggelar aksi demonstrasi di Istana Merdeka hari ini, mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu).

“Dari Kami BEM SI Aksi Nasional nanti diperkirakan kurang lebih 5.000 mahasiswa di berbagai daerah. Terpusat di Istana Merdeka,” kata Koordinator Media Aliansi BEM SI Andi Khiyarullah saat dihubungi, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan alasan aksi digelar di depan Istana bertujuan untuk mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu, guna membatalkan undang undang Omnibus Law Ciptaker.

“Karena memang bertujuan mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perppu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan rencana aksi kali ini sudah dikonsolidasikan dengan seluruh anggota BEM Seluruh Indonesia sejak 5 Oktober dan telah sepakat menggelar aksi unjuk rasa secara serentak.

“Konsolidasi ini berlangsung sejak 5 Oktober dengan dihadiri oleh sejumlah perwakilan beberapa wilayah, mulai Sumbagut, Sumbagsel, Jabar, Jateng-DIY, BSJB, Jatim, Kaltimsel, Kaltim, Kaltengbar, Balinusra,” ujarnya.

Sebelumnya, mencatat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen buruh maupun mahasiswa di kota-kota besar seperti Bandung, Banten, Tangerang, Bogor, Bekasi, Solo, Surabaya, sampai Makassar dan sejumlah kota di Sumatera sejak Senin (6/10).

Para demonstran turut menyuarakan aspirasinya terkait penolakan terhadap undang-undang Ciptaker yang baru saja disahkan oleh DPR RI pada Rapat Paripurna, Senin (5/10).

Akibat gelombang penolakan tersebut tak sedikit sejumlah massa aksi unjuk raksa berujung bentrok dengan aparat keamanan termasuk fasilitas publik yang menjadi sasaran amukan massa.

Kesimpulan

Video unjuk rasa yang diklaim sebagai aksi menolak UU Cipta Kerja adalah keliru. Video yang beredar adalah unjuk rasa pada 24 September 2019 di depan gedung DPR.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Next Post

Berusaha Lari saat Ditangkap, Maling Motor di Masjid Didor

Satuan Reskrim Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat melumpuhkan EA (30) pelaku kasus dugaan pencurian sepeda motor di pekarangan sebuah masjid dengan timah panas. “Saat hendak ditangkap tersangka berusaha melarikan diri dilakukan tindakan terukur dengan menembak kaki kanan tersangka,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, […]