CEK FAKTA: Hoaks Sultan HB X Sebut Positif Negatif Covid-19 Sama Saja, Semua Mati

Irene

CEK FAKTA: Hoaks Sultan HB X Sebut Positif Negatif Covid-19 Sama Saja, Semua Mati

Sebuah tangkapan layar berita yang disebut-sebut bersumber dari media Tempo beredar di media sosial. Tulisan itu berisi ucapan Gubernur DIY Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mengatakan bahwa jika masyarakat terlalu takut menghadapi wabah ini, dampaknya bisa mempengaruhi sektor ekonomi dan masyarakat Yogyakarta kesulitan mencari nafkah.

Rakyat bisa kelaparan, kalo sakit cari nafkah pun sudah. positif negarif podowae, semua orang mengalami sakit dan pasti mati nek ora tau lara opo mati dudu manungso. sing penting ono upo kanggo urip,” ujar Sultan dengan santainya. (tempo), dalam tangkapan layar tersebut.

Penelusuran

Menurut penelusuran , informasi yang tercantum dalam tangkapan layar tersebut adalah tidak semua benar. Dikutip dari akun Twitter resmi Humas Pemda DIY, @humas_yogya, dijelaskan bahwa Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X justru menekankan bahwa pengambil kebijakan harus menempatkan masyarakat sebagai subjek yang turut memerangi COVID-19.

“Masyarakat harus dilibatkan untuk aktif, merasa marep, madep, dan mantep, meyakini bahwa dirinya bisa sembuh jika sekiranya terjangkit virus COVID-19,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat meninjau Shelter Tegalrejo, Selasa (22/09) pagi

Sri Sultan juga mengatakan bahwa sejatinya statistik penambahan kasus positif bukan untuk membuat resah masyarakat melainkan sebagai peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan agar senantiasa melaksanakan protokol kesehatan.

Masyarakat yang merasa tidak enak badan atau telah dinyatakan positif, ya dirawat di rumah sakit. Sembari demikian, kita harus mencoba untuk beradaptasi dengan situasi sekarang karena virus ini memang belum ada vaksin maupun obatnya,” tambah Sultan

Dukungan dan peran serta warga masyarakat dalam mempublikasikan informasi yang valid akan membantu pemerintah dalam melakukan penanganan COVID-19. Mohon kiranya untuk mencari sumber informasi dari referensi yang valid.”

Kemudian dalam artikel Tempo berjudul “[Fakta atau Hoaks] Benarkah Sultan HB X Sebut Positif-Negatif Covid-19 Sama Saja Karena Semua Orang Pasti Meninggal?” pada 24 September 2020, dijelaskan berita asli Tempo yang memuat pernyataan Sultan HB X pada 19 September 2020 berjudul “Soal Lonjakan Kasus Covid-19, Sultan HB X: Jangan Takut-Takuti Rakyat”. Pernyataan ini disampaikan Sultan HB X untuk menjawab pertanyaan wartawan soal rekor baru kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada 19 September 2020, DIY mencatatkan penambahan sebanyak 74 kasus positif Covid-19 baru. Penambahan ini membuat total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 2.111 kasus. Sultan HB X pun mengatakan tambahan kasus dalam sehari itu tidak perlu dipermasalahkan.

“Ora popo, nak positif ya neng rumah sakit (tidak apa-apa, kalau positif Covid-19 ya dirawat di rumah sakit),” ujar Sultan HB X. Terkait apakah ada kebijakan khusus untuk meredam lonjakan kasus, Sultan HB X menilai tidak ada kebijakan lain, “Tidak bisa (kebijakan baru), kita adaptasi saja, jangan menakut-nakuti (masyarakat).”

Sultan menilai, jika masyarakat terlalu takut menghadapi wabah Covid-19 ini, dampaknya bisa mempengaruhi sektor ekonomi dan akhirnya masyarakat di Yogyakarta bisa kesulitan mencari nafkah. “Rakyat bisa kelaparan, cari nafkah pun juga sakit,” ujar Sultan HB X.

Kesimpulan

Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam tangkapan layar yang menyebutkan “positif negarif podowae, semua orang mengalami sakit dan pasti mati” atau positif negatif sama saja, semua orang mengalami sakit dan pasti mati adalah hoaks. Informasi dalam tangkapan layar tersebut adalah hasil editan atau suntingan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Next Post

ICW Ragukan Kelengkapan Dakwaan Pinangki: Bertindak Sendiri atau Dibantu Jaksa

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana meragukan kelengkapan berkas Kejaksaan Agung ketika melimpahkan perkara yang melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Setidaknya, kata dia, ada empat hal yang terlihat hilang dalam penanganan perkara tersebut. “Pertama, Jaksa Penuntut Umum tidak menjelaskan, apa yang disampaikan atau dilakukan oleh Pinangki Sirna […]