Breaking News in Indonesia

BNPB Sebut Struktur Tanah yang Labil Memicu Longsor di Sukabumi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah terjadi tanah longsor di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan analisis BNPB, peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (25/4) ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.

“Selain hujan intensitas tinggi, struktur tanah yang labil memicu terjadinya longsor di Cicurug,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/4).

Dua rumah warga tercatat rusak berat.Dia menyebutkan, BPBD, masyarakat, dan instansi terkait bergotong-royong memindahkan material bangunan rumah yang rusak. Selain itu, dua orang warga dilaporkan mengalami luka ringan.

“Di Desa Tenjolaya, BPBD mengidentifikasi adanya dua rumah warga mengalami rusak berat serta ada 1 unit lain yang terancam longsoran,” katanya.

“BPBD Sukabumi segera melakukan evakuasi keluarga terdampak,” kata dia.

BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat, TNI, Polri dan instansi terkait. BPND juga melaporkan bahwa pembersihan material tanah longsor sudah selesai dilakukan secara gotong royong pada Senin (26/4) kemarin.

Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG hari ini, Selasa (27/4) wilayah Jawa Barat berpotensi hujan disertai petir/ kilat dan angin kencang.

Lebih rinci lagi, berdasarkan aplikasi Info BMKG, wilayah Kecamatan Cicurug terpantau berpotensi hujan ringan hingga sedang hari ini.

“Potensi cuaca ini berlangsung pada pukul 13.00 hingga 19.00 WIB,” kata dia.

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor pada kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK ini, luas kawasan bahaya tanah longsor mencapai 141.972 hektar. Sebanyak 48 kecamatan berada pada kategori tersebut, termasuk Kecamatan Cicurug.

“Masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor,” imbaunya. [ded]