BNPB Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Penanganan Erupsi Gunung Merapi

Irene

BNPB Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Penanganan Erupsi Gunung Merapi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana sebesar Rp1 Miliar untuk penanganan erupsi Gunung Merapi, yang saat ini ditetapkan Level III atau Siaga sejak Kamis (5/11). Bantuan tersebut diberikan kepada tiap-tiap wilayah administrasi yang masuk ke dalam zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi.

“Hari ini kami akan memberikan bantuan sebesar satu miliar rupiah kepada setiap kabupaten. Di sini terdapat kabupaten dari DI Yogyakarta, yaitu Kabupaten Sleman, lantas sisanya tiga kabupaten dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala BNPB, Doni Monardo, saat dalam keterangan resminya, Jumat (10/11).

Di hari pertama, kunjungan kerja dilakukan ke wilayah KRB Gunung Merapi, Doni telah menyerahkan bantuan Rp14 juta hingga Rp 1 Miliar masing-masing kepada dua kabupaten, yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.

Doni meminta agar tiap pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Sehingga para pengungsi dapat merasa aman dan nyaman secara umum, seluruh aspek seperti logistik, obat-obatan, fasilitas istirahat hingga sanitasi air dipenuhi dengan baik.

“Kemudian pengungsian juga harus dalam kondisi yang aman dan nyaman. Aman dari aspek keamanan secara umum, nyaman dari aspek untuk dukungan logistiknya, obat-obatannya, fasilitas untuk istirahatnya, sanitasinya dan air bersih itu betul-betul bisa terpenuhi,” tutup Doni.

Bantuan yang pertama diberikan Doni Monardo kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, melalui Pjs. Bupati Klaten, Sujarwanto saat meninjau lokasi pengungsian sementara di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

“Kemudian bantuan 1 M yang kedua diserahkan Kepala BNPB saat meninjau lokasi pengungsian warga kepada Pemerintah Kabupaten Sleman di Desa Glagaharjo, Sleman, DI Yogyakarta” kata dia

Doni kembali menyalurkan bantuan hari ini sembari meninjau pengungsian di dua kabupaten, yakni Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang di Jawa Tengah.

Selain bantuan tersebut, BNPB juga memberikan dukungan bagi penanganan para pengungsi dalam kaitannya penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covi-19 di lokasi yang menjadi tempat pengungsian sementara.

“Untuk detailnya, satu unit mesin antigen, 15.000 catridge antigen, 200.000 masker kain, 250 jerigen hand sanitizer masing-masing 4 liter kepada BPBD wilayah masing-masing,” kata Doni

Dengan bantuan tersebut, Doni meminta agar aspek keselamatan dan kesehatan di tiap-tiap lokasi pengungsian dapat menjadi prioritas utama. Dia tidak ingin kemudian muncul klaster pengungsian Gunung Merapi, hanya karena para pengungsi abai terhadap protokol kesehatan.

“Maka yang menjadi prioritas adalah mengikuti sistem pengungsian berbasis kepada protokol kesehatan,” pinta Doni.

Sebelumnya, Doni telah memberikan arahan kepada para pemangku kebijakan di masing-masing daerah yang termasuk dalam KRB Gunung Merapi agar memberikan prioritas kepada para kelompok rentan.

“Kami juga sudah menyampaikan seluruh daerah agar memberikan prioritas kepada kelompok rentan, dalam hal ini adalah lansia, memiliki komorbid, yang difabel, ibu-ibu hamil dan juga balita. Itu yang harus kita prioritaskan,” kata Doni. [lia]

Next Post

MotoGP Portugal: Rossi Galau Ditinggal Dovi dan Crutchlow

Jakarta, Indonesia — Pembalap Yamaha Valentino Rossi terkesan galau jelang MotoGP Portugal karena Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow tidak akan balapan di MotoGP 2021. Rossi akan jadi satu-satunya pembalap veteran yang bersaing dengan para pembalap muda di MotoGP musim depan. Di musim depan pembalap berusia 41 itu akan memperkuat Petronas Yamaha. Berbeda dengan Rossi, […]