Bertemu Komunitas Sepeda Onthel, Bupati Anas Ajak Jadi Duta Kesehatan dan Budaya

Irene

Bertemu Komunitas Sepeda Onthel, Bupati Anas Ajak Jadi Duta Kesehatan dan Budaya

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertemu dengan ratusan anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Banyuwangi. Di hadapan Bupati Anas, mereka berharap pemkab terus mendukung aktivitas keolahragaan daerah.

Harapan tersebut disampaikan KOSTI Banyuwangi, Taufik Fero saat bertemu Anas di pendopo kabupaten, Kamis sore (8/10). Taufik datang bersama anggota komunitasnya berjumlah 100 orang pengayuh sepeda tua.

Taufik mengatakan sebenarnya sudah sejak lama paguyuban sepeda onthel ini berkeinginan mengadakan festival khusus bagi penghobi sepeda tua. Diakui dia, ini terinspirasi dengan banyaknya event olahraga sepeda yang selama ini dihelat pemkab.

“Anggota kami ini terus bertambah, terus terang membuat kami ingin menggelar festival berskala nasional untuk semakin mengakrabkan kami. Kami sedikit “iri” dengan Tour de Ijen, mohon Bapak untuk bisa memfasilitasi kami menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah pertemuan nasional sepeda onthel. Prestasi yang dicatatkan oleh Tour de Ijen, juga akan kami tiru jika Bupati berkenan memfasilitasi kami,” ujar Taufik.

©2020

Kosti yang bermoto Satu Sepeda Sejuta Saudara ini, sudah mencapai 48 paguyuban yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Totalnya ada 2500 anggotanya. “Alhamdulillah, sepuluh persennya juga anak-anak muda,” imbuhnya.

Taufik mengaku Kosti sangat bangga Banyuwangi dengan kepemimpinan Bupati Anas selama satu dekade ini. Berbagai perkembangan di Banyuwangi, bisa dirasakan para penggemar sepeda.

“Kami bangga dengan apa yang sudah dilakukan kepemimpinan Bupati Anas selama sepuluh tahun terakhir ini. Hasilnya bisa kita nikmati. Kalau sekarang kita ngonthel, jalannya sudah bagus, warung makan juga tumbuh subur dan harganya murah memudahkan kita kalau bersepeda,” kata Taufik disambut tepuk tangan anggota lainnya.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan siap mendukung event para pecinta sepeda onthel ini. “Pada intinya pemkab sangat mendukung jika ada event berskala nasional. Apalagi, di sini outdoor tourismnya cukup. Bisa kita manfaatkan sejumlah tempat wisata untuk rutenya. Bisa juga camping di tengah savana, nanti toilet portable kita siapkan,” ujar Anas.

Dia berharap, event sepeda onthel bisa digabung dengan misi kebudayaan, semua pesepedanya wajib memakai identitas budaya lokal. Sehingga ke depan, sepeda onthel bisa menjadi delegasi misi kebudayaan nasional.

“Misal kostum yang dikenakan, mencerminkan keunikan dan kekhasan Banyuwangi. Ini yang akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan Kosti tampak berbeda dari yang lainnya,” katanya.

Anas juga berharap agar Kosti tetap menjaga Banyuwangi. Dan yang paling penting, menjaga protokol kesehatan Covid-19 selama masa pandemi ini. Anas berharap, Kosti bisa menjaga keluarga dan anggotanya dari penularan virus corona.

“Mudah-mudahan komunitas sepeda onthel ini bukan hanya sebagai sarana silaturahmi tetapi juga menjadi media sehat, satu sepeda sejuta saudara,” tutup Anas. Bertemu Komunitas Sepeda Onthel, Bupati Anas Ajak Jadi Duta Kesehatan dan Budaya

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertemu dengan ratusan anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Banyuwangi. Di hadapan Bupati Anas, mereka berharap pemkab terus mendukung aktivitas keolahragaan daerah.

Harapan tersebut disampaikan KOSTI Banyuwangi, Taufik Fero saat bertemu Anas di pendopo kabupaten, Kamis sore (8/10). Taufik datang bersama anggota komunitasnya berjumlah 100 orang pengayuh sepeda tua.

©2020

Taufik mengatakan sebenarnya sudah sejak lama paguyuban sepeda onthel ini berkeinginan mengadakan festival khusus bagi penghobi sepeda tua. Diakui dia, ini terinspirasi dengan banyaknya event olahraga sepeda yang selama ini dihelat pemkab.

“Anggota kami ini terus bertambah, terus terang membuat kami ingin menggelar festival berskala nasional untuk semakin mengakrabkan kami. Kami sedikit “iri” dengan Tour de Ijen, mohon Bapak untuk bisa memfasilitasi kami menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah pertemuan nasional sepeda onthel. Prestasi yang dicatatkan oleh Tour de Ijen, juga akan kami tiru jika Bupati berkenan memfasilitasi kami,” ujar Taufik.

Kosti yang bermoto Satu Sepeda Sejuta Saudara ini, sudah mencapai 48 paguyuban yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Totalnya ada 2500 anggotanya. “Alhamdulillah, sepuluh persennya juga anak-anak muda,” imbuhnya.

Taufik mengaku Kosti sangat bangga Banyuwangi dengan kepemimpinan Bupati Anas selama satu dekade ini. Berbagai perkembangan di Banyuwangi, bisa dirasakan para penggemar sepeda.

“Kami bangga dengan apa yang sudah dilakukan kepemimpinan Bupati Anas selama sepuluh tahun terakhir ini. Hasilnya bisa kita nikmati. Kalau sekarang kita ngonthel, jalannya sudah bagus, warung makan juga tumbuh subur dan harganya murah memudahkan kita kalau bersepeda,” kata Taufik disambut tepuk tangan anggota lainnya.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan siap mendukung event para pecinta sepeda onthel ini. “Pada intinya pemkab sangat mendukung jika ada event berskala nasional. Apalagi, di sini outdoor tourismnya cukup. Bisa kita manfaatkan sejumlah tempat wisata untuk rutenya. Bisa juga camping di tengah savana, nanti toilet portable kita siapkan,” ujar Anas.

Dia berharap, event sepeda onthel bisa digabung dengan misi kebudayaan, semua pesepedanya wajib memakai identitas budaya lokal. Sehingga ke depan, sepeda onthel bisa menjadi delegasi misi kebudayaan nasional.

“Misal kostum yang dikenakan, mencerminkan keunikan dan kekhasan Banyuwangi. Ini yang akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan Kosti tampak berbeda dari yang lainnya,” katanya.

Anas juga berharap agar Kosti tetap menjaga Banyuwangi. Dan yang paling penting, menjaga protokol kesehatan covid 19 selama masa pandemi ini. Anas berharap, Kosti bisa menjaga keluarga dan anggotanya dari penularan virus corona.

“Mudah-mudahan komunitas sepeda onthel ini bukan hanya sebagai sarana silaturahmi tetapi juga menjadi media sehat, satu sepeda sejuta saudara,” tutup Anas. [hhw]

Next Post

Kaca Stasiun Pecah hingga Ekskavator MRT Dirusak Saat Demo Rusuh Tolak UU Ciptaker

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin menyatakan ada sejumlah fasilitas di Stasiun MRT mengalami kerusakan akibat amukan massa pada Kamis (8/10). Dia mengatakan kerusakan yang dialami yakni kaca pecah pada pintu entrance Stasiun MRT Bundaran HI dan MRT Setiabudi Astra. Pecahan tersebut juga menimpa ke sejumlah tangga […]