Bawaslu Soroti Minimnya Partisipasi Publik Laporkan Pelanggaran Kampanye Pilkada

Irene

Bawaslu Soroti Minimnya Partisipasi Publik Laporkan Pelanggaran Kampanye Pilkada

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran tahapan kampanye Pilkada Serentak 2020 di media sosial masih kurang. Padahal kata Fritz, pihaknya telah menyediakan aplikasi Gowaslu dan ‘hotline’ melalui nomor Whatsapp 08111414414.

“Partisipasi masyarakat yang melapor masih kurang. Padahal caranya mudah,” kata Fritz dalam keterangan pers, Jumat (13/11).

Dia mengatakan Bawaslu akan berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya mengajak para ‘stakeholder’ duduk bersama menyamakan persepsi dalam menangani pelanggaran konten internet.

Menurut Fritz saat ini masyarakat belum mendapatkan pemahaman yang sama pada jajaran ‘stakeholder’ dalam menangani konten-konten medsos.

“Karena persepsi yang belum sama, masyarakat terkena imbasnya. Sehingga mereka belum paham apa yang dimaksud dengan ujaran kebencian dan disinformasi. Masyarakat perlu diberi edukasi,” ujar Fritz.

Dia mengatakan ketidaktahuan masyarakat menyebabkan langgengnya hoaks dan ujaran kebencian di medsos. Sebab, menurut Fritz, masyarakat saat ini belum memahami arti kebebasan berekspresi yang sebenarnya.

“Ini pekerjaan rumah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Tidak bisa hanya Bawaslu yang bergerak sendirian. Harus bekerja sama dengan pihak lain,” kata Fritz. [ray]

Next Post

Rangkaian Acara Rizieq Shihab Selalu Dipadati Orang, Pemprov DKI Tak Beri Sanksi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Masyarakat diimbau untuk tidak berkegiatan berkerumun dalam skala besar, dan tetap menjaga jarak. Pemprov juga mengatur sanksi bagi pelanggar yang berkerumun tanpa menerapkan protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi denda Rp 100.000 hingga Rp 250.000 sanksi sosial. Kendati […]