Bakal Temui Ganjar, Gibran Mau Bicarakan Kerjasama Solo Raya

Irene

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku siap bekerjasama dengan 6 daerah penyangga atau sering disebut Solo Raya. Keenam daerah pernah tergabung dalam Karesidenan Surakarta, yakni, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.

Menurut putra Presiden Joko Widodo itu, program Kerjasama Solo Raya terkait investasi, lintas kota/kabupaten untuk menghidupkan ekonomi bersama serta untuk menyelesaikan masalah lintas wilayah kota/kabupaten sekitar.

“Saya akan memperkuat kerjasama baik itu di wilayah Solo Raya dan wilayah lain. Saya berharap Gubernur bisa memediasi kepala daerah se Solo Raya untuk mendapatkan win win solution atas masalah yang macet selama ini, dan belum terselesaikan,” ujar Gibran, Jumat (19/3).

Dikatakan Gibran, pembangunan di wilayah Solo Raya harus berkelanjutan yang bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Saat ini, lanjut dia, Kota Solo masih menjadi pusat kegiatan yang menarik, bahkan dikunjungi masyarakat eks-karesidenan di sekitar.

“Kita harus bekerja bersama-sama agar Solo bisa menjadi bagian utama dari Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten). Saya siap menghadap pak Gubernur untuk itu,” tandasnya.

Pernyataan Gibran tersebut juga menjadi bagian dari 8 program prioritas Walikota dan Wakil Wali Kota Solo periode yang dibahas di ruang rapat Manganti Praja, Balai Kota Solo selama 4 hari terakhir.

Prioritas lainnya adalah bidang Kepemudaan dan Kesetaraan Gender. Yakni penguatan ideologi Pancasila dan karakter budaya bangsa di Indonesia, memperbanyak kegiatan sosialisasi dengan kemasan yang lebih terkini

“Kota Solo ini banyak memiliki institusi seni, pasti banyak sineas muda, mungkin bisa dibikinkan film pendek. Bisa dikemas dengan sedikit komedi biar mudah diterima masyarakat,” jelas Wakil Wali Kota Teguh Prakosa.

Selain itu, pembinaan dan peningkatan prestasi kepemudaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga dan kewirausahaan juga diperlukan. Teguh juga menyinggung perlunya program penyediaan inkubasi kewirausahaan sosial berbasis Karang Taruna. Seperti layanan sarana olahraga, kursus hahaha, bimbingan pendidikan/tes, dan jenis-jenis usaha sosial.

“Kita juga harus ada peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta dalam membina bibit-bibit atlet dan pekerja kreatif berprestasi. Yang terakhir terkait peningkatan kesetaraan gender dalam birokrasi dan BUMD melalui perbaikan manajemen,” pungkas dia. [fik]

Next Post

Satgas: Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan Masih Wacana

Pemerintah berencana menjadikan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai syarat bagi pelaku perjalanan. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan rencana tersebut masih sebatas wacana. “Sampai dengan saat ini, hal tersebut masih merupakan wacana,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (18/2). Dia menekankan […]