ASN Kementerian Diduga Bunuh Diri di Perlintasan KRL Pasar Kemiri Muka

Irene

ASN Kementerian Diduga Bunuh Diri di Perlintasan KRL Pasar Kemiri Muka

Pengunjung Pasar Kemiri Muka Beji Depok dikejutkan dengan adanya jasad pria yang tewas di perlintasan KRL. Pria itu diketahui adalah BT (52), warga Kramat Jaya Beji Depok.

Dari keterangan saksi, BT diduga sengaja bunuh diri. Karena sebelum kereta melintas, warga sudah memperingatkan korban namun tidak digubris. Korban tertabrak KRL relasi Jakarta dari Bogor.

“Kami sudah narik tangan korban tapi dia malah bertahan diam di atas perlintasan,” kata Prayitno, saksi yang juga penjaga pintu perlintasan, Kamis (15/10).

Ketika KRL melintas, korban pun langsung tertabrak. Tubuhnya terseret hingga jarak lima meter. “Ya langsung meninggal di tempat,” ucapnya.

Prayitno menuturkan, korban sempat terlihat jalan kaki dari arah pasar. Saat itu, dia hendak menyeberang perlintasan. Namun ketika ada KRL, korban bukannya segera melintas tapi justru berdiam diri saja. Korban juga menyilangkan tangan di dada.

“Kayaknya sih bunuh diri. Sudah kita tarik tangan namun korban masih bertahan di perlintasan rel jurusan Bogor ke Jakarta setelah itu KRL datang langsung menghajar tubuh korban hingga tewas,” jelasnya.

Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kemiri Muka, Aiptu Rojuddin menambahkan, dari kartu Identitas KTP dan KTA korban diketahui sebagai ASN di salah satu kementerian. Kejadian itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB.

“Ada identitas KTA korban sebagai ASN kementerian. Dari keterangan saksi dugaan kuat korban sengaja bunuh diri,” katanya.

Kondisi korban sebagian badannya hancur. Jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit. Keluarga korban juga sudah dihubungi.

“Jasad sudah dibawa oleh anggota Palang Hitam ke RS Bhayangkara Bogor untuk divisum karena sebagian badan di bagian tangan kiri hancur. Pihak keluarga korban sudah kita coba hubungi,” pungkasnya. [fik]

Next Post

Data Terbaru IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Tim Mitigasi PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) melaporkan, sudah 136 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah ini terhitung sejak awal pandemi hingga 15 Oktober 2020. “Total 136 dokter wafat akibat Covid,” ujar External PR Lead untuk Tim Mitigasi PB IDI, Elizabeth, melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10). […]