Breaking News in Indonesia

Arab Saudi dan Sejumlah Negara Muslim Kutuk Serangan Israel ke Palestina

Pembicaraan antara menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) digelar pada Minggu, setelah Arab Saudi menyerukan pertemuan darurat.

Arab Saudi mengutuk pelanggaran HAM Israel terhadap rakyat Palestina. Hal ini ditegaskan Menteri Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan di awal pertemuan.

Faisal juga menyerukan segera diakhirinya serangan Israel di Palestina. Arab Saudi juga mengutuk pengusiran paksa warga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

“Yerusalem Timur adalah tanah warga Palestina yang kami tidak diterima jika diganggu,” ujarnya, dikutip dari Al Arabiya, Senin (17/5).

“Kerajaan dengan pasti menentang pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina dan menyerukan segera diakhirinya eskalasi Israel,” lanjutnya.

Pangeran Faisal juga mengatakan Arab Saudi menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab “menghadapi pelanggaran Israel”, menambahkan mereka harus mengintervensi untuk mengakhiri tindakan Israel.

Arab Saudi juga kembali menegaskan dukungannya untuk Inisiatif Perdamaian Arab (API), yang menjamin hak pendirian negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan tindakan Israel adalah penghinaan terhadap orang Arab, Muslim, dan norma-norma internasional.

“Rakyat Palestina menjadi sasaran apartheid Israel dan mereka dicerabut dari tanah dan hak mereka,” jelasnya.

“Pemukim Israel menyerbut rumah-rumah orang Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem,” imbuhnya.

Selama pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi mengatakan Israel mendorong wilayah itu ke konflik yang lebih jauh dan mengancam perdamaian.

Yordania mengungkapkan dukungannya untuk perjuangan rakyat Palestina dan mengutuk pengusiran paksa Israel terhadap warga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah, yang disebutnya sebagai “kejahatan perang”.

Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Ahmed Nasser al-Sabah mengatakan kejahatan Israel di Yerusalem Timur merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Dia menambahkan, serangan Israel mengancam keamanan dan stabilitas di wilayah Timur Tengah. [pan]